About these ads

PERSAMAAN BUDAYA SUB ETNIS  BATAK ANGKOLA MANDAILING
 
Tulisan yang dibuat ini adalah sebagai tulisan Trilogi Ahu Halak Batak Angkola Karo dan Simalungun
 
FALSAFAH KEHIDUPAN MASYARAKAT
Falsafah kehidupan masyarakat Angkola Mandailing ,tidak berbeda jauh dari masyarakat Batak Toba,yang dalam tatanan kehidupan pelaksanaan Adat Istiadat,berlandaskan azas Dalihan Natolu.
Kedudukan dalam azas Dalihan Natolu di Angkola Mandailing disebut :
•  MORA
•  KAHANGGI
•  ANAK BORU

Tor – tor sebagai Tarian Penyambutan

MORA berfungsi sebagai pengayon yang sangat dihormati yang tugasnya memberikan nasehat dan Petuah yang disebut dengan istilah : MANUAI SILEHON DOHOT PODAH.

  • KAHANGGI berfungsi sebagi kekerabatan sebagai pendukung dalam hal tenaga dan pembiayaan yang disebut dengan PANUMPAHI
  • ANAK BORU berfungsi sebagai penanggung jawab utama atas kesuksesan pelaksanaan Adat yang disebut dengan istilah SIHORUS GOK SITUAI NA HURANG

Posisi duduk dalam acara adat di Angkola Mandailing tidak berbeda dengan Batak Toba yakni :
–     MORA duduk dijuluan (Tempat terhormat)
–     KAHANGGI duduk sejajar dengan suhut ( Tuan Rumah)
–     ANAK BORU duduk ditelaga ( Sebelah kiri tuan rumah)
Di daerah Sipirok, pelaksanaan adat tidak begitu berbeda dengan Batak TOBA,TETAPI DI DAERAH Mandailiung ada tambahan menjadi dua macam tata cara pelaksanaan oleh yaitu :
a) Adat Basiang yaitu pelaksanaan hanya dilaksanakan oleh tiga unsure Dalihan Natolu
b) ADAT TIANG yaitu Dalihan Natolu ditambah dengan unsure Raja, untuk mengawasi UHUM,PATIK,UGARI

AKSARA

Aksara di Angkola Mandailing,langsung mempergunakan aksara Batak Toba, Surat Batak Sisia-sia namun di Angkola Mandailing ada beberapa tambahan huruf untuk menyesuaikan dengan bahasa Angkola Mandailing
 
BAHASA
Hata Angkola Mandailing langsung mempergunakan lebih separoh dari bahasa Batak Toba.
 
SENI GONDANG DAN TORTOR
Alat-alat gondang dan penggunaanya terutama daerah Sipirok, tidak ada perbedaan dengan Batak Toba, Tetapi di daerah Mandailing ada tambahan yang disebut dengan Gordang Sembilan.
Torotor di Angkola Mandailing pada prinsipnya sama dengan Batak Toba, yaitu gerakan badan dan tangan yang diatur sepadan  dengan irama Gondang,  yaitu  gerakan dari atas ke bawah yang disebut Ondok dan tangan hanya berada di depan dada, gerakan dengan rasa hormat dan sopan, karena gondang dan tortor dalam masyarakat Angkola Mandailing nmengandung nilai spiritual.
 
HAK TANAH ULAYAT
Di Angkola Mandailing pembagian tanah bukan lagi system Bius, karena Angkola Mandailing adalah daerah perserahan ( pengembangan ), maka hak penguasaan tanah didasarkan pada orang atau marga penggarap pertama, dan sekaligus daerah itu menjadi wilayah kerajaan bagi marga penggarap ertama tersebut.
Marga penggarap pertama atau orang yang memegang kerajaan di daerah itu disebut PARBAGAS GODANG.-
Kelompok marga-marga yang ada di Angkola Mandailing adalah :

  1. Siregar, Sormin dan Ritonga adalah kelompok  Toga Siregar yang berasal dari Batak Toba
  2. Harahap, Lubis, Pulungan, Rangkuti, Huta Suhut, Rambe, Daulae, dan Simargolang adalah kelompok Bor bor yang berasal dari Batak Toba.
  3. Nasution adalah keturunan marga Siahaan dari Batak Toba.
  4. Hasibuan adalah kelompok Si opat pusoran dari Silindung Batask Toba.

Kesimpulan   
Dengan mempertimbangkan data-data yang ada dan berlaku dalam masyarakat Angkola Mandailing yaitu :

  1. Seluruh Marga yang ada di Angkola Mandailing, berasal dari marga-marga induk yang ada di Batak Toba
  2. Falsafah kehidupan masyarakat Angkola Mandailing berazaskan Dalihan Natolu, sama dan berasal dari Batak Toba.
  3. Angkola Mandailing menganut garis keturunan Ayah, sama dengan Batak Toba.
  4. Seluruh masyarakat Angkola Mandailing mempunyai identitas Marga yang sama dengan masyarakat Toba.
  5. Masyarakat Mandailing Angkola, mempergunakan aksara Batak yaitu Surat Sisia-sia yang berasal dari Batak Toba.
  6. Bahasa Angkola Mandailing, mempergunakan langsung lebih separoh dari Hata Batak Toba.
  7. Gondang dab tortor Angkola Mandailing, pada dasarnya bentuk dan penggunaanya sama dengan Gondang dan torotor Batak Toba.
  8. Masyarakat Angkola Mandailing, menganut kepercayaan spiritual kepada Mulajadi Nabolon dan Sahala, sama dengan Batak Toba.
  9. Masyarakat Angkola Mandailing mempunyai symbol bendera tiga warna yaitu : putih, merah, hitam, yang disebut dengan Bonang Manalu, sama dengan Batak Toba.
  10. Masyarakat Angkola Mandailing mempunyai Almanak penanggalan Ari si tolu pulu yaitu dari Artia hingga Ringkar serta perhitungan bulan dari Sipaha sada sampai Sipaha sampulu dua yang sama dengan Batak Toba.

Berdasarkan data-data tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa Masyarakat Angkola Mandailing adalah orang-orang yang berasal dari Batak Toba, maka Angkola Mandailing adalah Batak yang juga berasal dari Sianjur Mulamula.
About these ads