About these ads

Berikut ini disajikan persamaan antara batak Toba dan Karo sebagai Tulisan yang dibuat sebagai Trilogi Ahu Halak Batak Angkola Karo dan Simalungun 

Tarian Tor -tor di Halak Karo

1. Istilah Adat

Pada Batak Toba telah dikenal Dalihan Natolu dan di Karo dikenal istilah Dalikan (dalihan) tempat memasak dalam rumah adat suku Karo 5 (lima) tungku batu. Sebuah batu milik bersama antara dua keluarga adalah yang ditengah dan 2 buah milik masing-masing keluarga.

Lima buah batu tungku ini menggambarkan Merga Silina dalam Karo yaitu :

  • Karo – karo
  • Ginting
  • Perangin – angin
  • Sembiring
  • Tarigan

Tetapi rumah adat yang dihuni 8 keluarga sangat langkah maka rumah-rumah perorangan keluarga tungkunya 3 (tiga) buah batu :

Ini dapat pula dipakai sebagai lambang”rakut sitelu” dalam kehidupan beradat suku karo yakni seseorang/keluarga ada tiga unsure yang harus melihat pada diri pribadi maupun keluarga yaitu :

  • Sembuyak /Senima
  • Kalimbubu

2. Aksara

Aksara terdiri dari dari 22 induk termasuk titik anak dari tujuh induk ini terdidri dari tujuh induk dan anak dipadu menjadi surat apa yang dikehendaki.misalnya perkataan,ha” apabilah dipadu dengan salah satu anak dapat menjadi perkataan,he”.

3. Gondang Junjungon

Gendang “lima sedelanen” terdiri dari :

  1. Sarune
  2. Gendang indung
  3. Gendang anak
  4. Gung/ ogung
  5. Penganak (berbentuk agung tetapi besarnya lebih kecil dari piring nasi

4. Pardomuan Ni Marga

Marga yang terdapat pada Suku Karo terdiri dari 5 kelompok dinamai Merga Silima yaitu :

  1. Marga Perangin –angin terdiri dari 18 cabang
  2. Marga Karo-karo terdiri 18 orang
  3. Marga Ginting terdiri dari 16 cabang
  4. Marga sembiring terdiri dari 8 cabang
  5. Marga Taringan terdiri dari 13 cabang

Cabang –cabang dari masing-masing marga tersebut tidak mutlak satu keturunan ,tetapi ada juga diantara satu keturunan

Misalnya marga Ginting dari 16 cabang,9 diantaranya satu keturunan yaitu : Ginting babo,Ginting Sugihen,Ginting Guru Patih,Ginting Ajibata,Ginting Capah,Ginting Beras,Ginting Garamata dan Ginting Ajibata.

Dari uraian marga ini dasar pengelompokkanya oleh nenek moyang kita sampai kini belum diketahui, tetapi secara jelas dalam kehidupan sehari-hari tiap-tiap kelompok merasakan ikatan yang erat dalam kelompoknya dan tidak boleh kawin –mengawini .berdasarkan marga silima pada suku Karo satu dengan yang lain (pribadi antara pribadi) ada ikatan keluarga yang dinamaiMarga Silima,tutur silawuh.perkade –kadean (per-familian) sepuluh dua tambah satu.Yang tambah satu ini ada berdasarkan unsure”kekelengen” (kasih).dari hubungan “pertuturan” itu semua di ikat “rakut sitelu” yaitu : – Sembunyak

  • Kalimbubu
  • Anak beru

5. Goar Ni Ari Batak

Wari-wari  atau penggalan yang dikenal dalam adat Batak Karo terdiri dari 30 hari dan bulan 12 bulan yang disebut Paka :

Tgl. 1 dinamai Aditia

Tgl. 2 dinamai Suma Pultak

Tgl. 3 dinamai Nggara Telu Wari

Tgl. 4 dinamai Budaha

Tgl. 5 dinamai Beras Pati Pultak

Tgl. 6 dinamai Cukera enem berngi

Tgl. 7 dinamai belah naik

Tgl. 8 dinamai Aditia naik

Tgl. 9 dinamai Suma siwah

Tgl. 10 dinamai Nggara Sepuluh

Tgl. 11 Budaha Ngadep

Tgl. 12 dinamai Bras pati Tangkep

Tgl. 13 dinamai Cukera Lau

Tgl. 14 dinamai Belah purnama

Tgl. 15 dinamai Tula

Tgl. 16 dinamai Juma lepeh

Tgl. 17 dinamai Nggara enggo tula

Tgl. 18 dinamai Budaha Gok

Tgl. 19 dinamai Beras pati sepuluh siwuh

Tgl. 20 dinamai Cukera duapuluh

Tgl. 21 dinamai Belah turun

Tgl. 22 dinamai Aditia turun

Tgl. 23 dinamai Suma

Tgl. 24 dinamai Nggara Simbelin

Tgl. 25 dinamai Budaha Medem

Tgl. 26 dinamai Beraspati Medem

Tgl. 27 dinamai Cukera Mate

Tgl. 28 dinamai Mate Bulan

Tgl. 29 dinamai Dalin Bulan

Tgl. 30 dinamai Samisara

Paka  atau Bulan mulai Januari s/d Desember disebut Paka I s/d Paka XII

6. Bonang Manulu ( Bendera atau Mandera)

Bendera warna hitam.

Simbol keakraban benang benalu adalah benang 3 warna.

7. Desa Na Walu

Desa si waluh yakni “Mata Angin”petunjuk arah

8. Tingki

9. Penunjuk Waktu

Dalam Masyarakat Karo Penunjukan waktu yang sering digunakan dalam kehidupan sehari – hari adalah :

  1. Kemarin            Nderbih
  2. Besok                  pagi
  3. Pagi –pagi         tekuak manuk/mbicar matawari
  4. Pkl. 09.00        Matawari senggalah/pengelului
  5. Tengah hari     Ciger Pkl. 12.00
  6. Lewat tengah  Gumbeling Hari
  7. ± pkl. 17.00      Karang kambing
  8. Pkl. 18.00-        Ben 19.00
  9. Tengah malam  Tengah berngi

Demikianlah Tulisan ini dibuat semoga bermanfaat buat pembelajaran bagi kita sebagai Orang Batak..

About these ads