About these ads

Contoh Aksara dalam Tulisan Batak

Aksara Toba dibuat berdasarkan TULISAN TANGAN (yang sudah berumur tua dimana dipastikan ada tidak sejelas pada saat dituliskan dijamannya) Dapat diunduh di http://ulikozok.com/ Sedangkan yang dibuat Nommensen pada tahun 1878 anda bilang aneh. Padahal Nommensen masih hidup dijaman pada saat tulisan tangan yang anda teliti itu penulisnya masih hidup. Atau dengan kata lain tulisan yang anda teliti itu dibuat pada jaman Nommensen masih bisa berbicara langsung dengan para penulis buku laklak yang anda teliti tersebut

Jika dibandingkan dengan naskah asli. Tulisan di atas 100% Mandailing, tiada unur Toba sama sekali. Saya telah meneliti ratusan naskah Toba, Mandailing, Pakpak, Simalungun dan Karo. Aksara di atas Na, Ma, dan A itu asli Mandailing, Selain it…u cara membubuhkan u pada aksara La itu juga khas sekali Mandailing. Kalau di Toba tidak pernah sambung dengan aksara La melainkan terpisah dan tempatnya lebih ke kanan.
Tetapi tidak apa-apa kalau orang Toba lebih senang menggunakan aksara Mandailing daripada yang asli Toba silakan saja.

Tentang Aksara Mandailing!

Nommensen menggunakan aksara Mandailig karena awalnya markas RMG di Sipirok dan pada tahun 1878 mereka belum menciptakan aksara Toba dahulu sebelum ada mesin cetak di seluruh Batak yang mencakup Karo, Toba, Simalungun, Dairi/Pakpak dan Mandailing mempunyai berratus jenis aksara, karena masing2 tulisan tangan manusia berbeda dan hubungan antar k…ampung saat itu kurang lancar., demikian pula dengan bahasa mereka. Sejak mulai adanya alat cetak maka diusahakan membuat keseragaman, walaupun ini tidak mudah dilakukan., hal ini dilakukan berulang kali sejak Nomensen, OB Naipospos, AP Sibarani, SS Sidabutar, I Nurat Kenca, Prof Uli Kozok, Mangatur Napitupulu, Bungaran Simanjuntak, B. Parningotan dll, termasuk Kepres Presiden RI no 16 B 1967. kriteria klasifikasi yang mereka buat berbeda, ada yang berdasarkan wilayah ada pula berdasarkan morfologi tulisan itu sendiri, berdasarkan prototype yang mereka dapat atau lainnya, walau itu pun tak mudah. sebagai Contoh AP , Sibarani menyatukan tulisan Mandailing dengan Toba, dengan sedikit pengecualian. Kalau kita lihat buku Laklak atau yang ditulis di Bambu umumnya tidak memiliki pangolat (pemantuk/panongon). Pemantuk pada tulisan Karo fungsinya seperti pangolat tapi morfologinya mendatar (bukan miring), di toba tidak ditemukan adanya sikorjan ataupun kejeringan maupun hatulungan. tetapi sebenarnya banyak kampung yang membuat karakter2 sendiri hingga sangat sulit untuk penyeragaman. Surat Batak yang kita pakai saat ini adalah hasil penyesuaian yang telah mengalami perbaikan hingga sering ditambah dengan tanda titik, koma dll. Sekarang kita mau bertanya , … sebagai contoh bila kita memakai komputer apa kita mau pakai MS Dos, atau Lotus, atau Window XP atau window Vista atau Macintosh???? …… Kan kita tidak perlu terpaku dengan Bahasa komputer MS Dos yang sudah ketinggalan !!! demikian pula halnya aksara Batak, apa kita masih mau memakai yang kuno yang tidak lengkap tidak memiliki pangolat dsb atau kita mau yang sudah diperlengkap!!!….. yang paling penting disadari kita juga terikat pada bentuk penyeragaman siapa yang lebih praktis digunakan saat ini

pada saat orang menulis dengan tulisan tangan, atau manurat pada bulu situlison atau Laklak umumnya ukuran huruf, kemiringan jarak spasi dan letak antara hatadingan/ hamisaran / paninggil dll terhadap induk huruf bervariasi; Nah ini tidak b…isa dilakukan dengan keyboard komputer, karena varias hurufnya menjadi terlalu banyak. Untuk mengatasi hal itu maka jarak2/spasi dan ukuran harus di samakan, dalam hal ini tentu ada bentuk2 yang dikorbankan dan tentu diperlukan daya kreatifitas pembuat Font yang termasuk juga di dalamnya adalah seni. Seperti halnya Alphabet yatu dari A – Z > 26 huruf , semua telah seragam, tapi dalam penciptaannya timbul font seperti ….Times New Roman, arial, courier dll, tetapi perlu diingat semua tetap memegang standard alphabet A-Z >26 Huruf.
Mempertimbangkan hal ini maka adalah tidak salah bila kita menulis tulisan Batak dengan versi Prof. Uli Kozok, versi Bungaran Supratman ataupun B. Parningotan, jadi lebih ditekankan praktek pemakaiannya, sebagai contoh dalam surata Batak Siala/Sikora atau Haluaan tidak pernah dipakai pada awal kata, dan cara menulis yang benar. Akhirnya yang akan terpakai melanjut adalah yang paling praktis cara penggunaannya di komputer.
Horas, Jahuwu, Menjuahjuah

Namun seperti Bahasa Indonesia EYD ma ra maksud muna ate, alai ada kelemahannya klu ikut aksara sekarang, susah membaca laklak, aku dah coba varian yg dibuat mr. uli kozok,
dan sebagai testnya aku sodorkan laklak kuno toba… download internet utk dibaca
ibuku, dia masih mampu membaca laklak tsb meski harus terbata2, kemudian aku singkronkan dng hasil kulikan Mr. uli, klop.
Dari sana muncul pradugaku (jujur) apakah memang versi2 perbaharuan di setting untuk mengaburkan orang batak utk membaca laklak, pustaha (parhalaan)bulu, tanduk, holi dll ? ini pertanyaan yg masih mengganggu dibenakku sampai skrg.
Saya sangat mengapresiasi varian mr.uli, pendapatnya dll karena hal ini. Membuka tabir genosida budaya?, stigma, dan pintu sejarah yg jujur dll (selfopinion)

dikutip dari Diskusi di sebuah Media Sosial..

About these ads