About these ads

Ada beberapa point yang akan saya berikan disini berkaitan dengan Kebijakan Pertanahan yang akan diambil pada pulau-pulau kecil yang banyak terdapat di Indonesia yaitu :

Ø ARAH KEBIJAKAN PENGUASAAN  WILAYAH PULAU-PULAU KECIL

  1. Hak Menguasai oleh Negara,Pasal 2 ayat (2) Undang-undang Pokok Agraria
  2. Negara dalam hal ini adalah diatur dan dikelola oleh Pemerintah Daerah

Ø ARAH KEBIJAKAN PEMILIKAN  WILAYAH PULAU-PULAU KECIL

  1. Sebagai Hak Pengelolaan, Hak Pakai, Hak Guna Usaha dan Hak Milik
  2. Subjek hukum yang dapat diberikan hak milik ialah warga negara Indonesia dan badan hukum Indonesia dengan syarat dan ketentuan yang diatur oleh Undang-Undang. Perusahaan asing atau multinasional tidak dapat diberikan hak milik.
  3. Subjek Hukum yang dapat diberikan hak pengelolaan, hak pakai, dan hak guna usaha ialah warga warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Inndonesia serta Perusahaan Asing atau Multinasional dengan syarat dan ketentuan yang diatur oleh Undang-Undang.
  4. Prioritas pertama pemegang hak pesisir adalah komunitas lokal atau masyarakat adat.

Ø ARAH KEBIJAKAN PENGGUNAAN WILAYAH PULAU-PULAU KECIL

  1. Sebagai areal sempadan
  2. Sebagai kawasan hutan mangrove
  3. Sebagai kawasan penyangga pulau besar
  4. Sebagai wahana penyeimbang ekosistem
  5. Sebagai kawasan pemukiman

Ø ARAH KEBIJAKAN PEMANFAATAN  WILAYAH PULAU-PULAU KECIL

1. Sebagai Kawasan Pemukiman : Sepanjang areal sempadan dilarang dibangun suatu pemukiman penduduk Pemukiman yang akan dibangun di suatu pulau yang belum berpenghuni dilaksanakan dengan perbandingan yang sesuai antara jumlah penduduk dengan luas pulau tersebut Pemukiman dapat dibangun disuatu pulau yang mempunyai karakterisitik kemampuan tanah yang mendukung

2. Sebagai Kawasan Pengembangan Budidaya Perikanan : Pulau-pulau kecil yang memiliki potensi berupa hutan mangrove, estuary danau dan sungai

3. Sebagai Kawasan Konservasi : Sepanjang areal sempadan, Pulau-pulau kecil yang di dalamnya terdapat potensi dan ekosistem yang langka.

4. Sebagai Kawasan Pariwisata : Pesisir yang khas seperti pasir putih, dengan dukungan keindahan alam seperti nyiur hijau, tanjung dan teluk, Gugusan pulau-pulau kecil yang unik, Kawasan konservasi sepanjang areal sempadan

5. Sebagai Kawasan Pelayaran dan Navigasi

  • Pembangunan mercusuar untuk daerah perairan dangkal
  • Pembuatan titik kontrol geodesi

6. Sebagai Kawasan Penelitian dan Observasi

  • Kawasan konservasi sepanjang areal sempadan
  • Kawasan dalam pulau kecil yang memiliki potensi yang alam tertentu.

7. Pelabuhan, Transportasi dan Pertahanan.

  • Daerah pesisir dengan lereng yang curam
  • Karakteristik ombak tidak besar
  • Pesisir yang terletak di kabupaten atau provinsi strategis kawasan pengembangan

Ø MODEL PENGEMBANGAN RTRW  WILAYAH PESISIR

  1. Model RTRW Pesisir yang simpel, mudah dipahami, dapat dilaksanakan, dapat memberi arahan yang jelas dalam penggunaan dan pemanfaatan ruang, serta mudah dalam updating datanya.
  2. Model RTRW Pesisir yang dinamis, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, dan dapat diterima oleh semua stake holder.
  3. Model RTRW Pesisir yang menyeimbangkan antara aspek konservasi kawasan lindung dan aspek pemanfaatan.
  4. Model RTRW Pesisir yang dapat mewadahi dinamika pembangunan masa kini dan menjangkau perkembangan masa depan dalam kurun waktu perencanaan.
  5. Model RTRW Pesisir yang dalam operasionalisasinya memberi ruang gerak yang luwes dalam rangka peningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.
  6. Model RTRW Pesisir yang mampu melakukan simulasi spasial dalam bentuk skenario-skenario perkembangan keruangan kini dan masa depan dan skenario-skenario perubahan lingkungan pesisir atas perubahan yang terjadi atau yang akan dilakukan. Skenario-skenario tersebut harus dilihat pengaruhnya terhadap perkembangan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat pesisir.

Demikianlah artikel mini ini saya buat untuk melengkapi, tulisan-tulisan saya tentang pulau terluar yang ada di bumi nusantara ini seperti pulau panehan, pulau raya, dan pulau pelampong.

About these ads