About these ads

MOTTO HIDUP ORANG BATAK

1. “Bulu sihabuluan, Langge sihalanggean, Huta ni damang hatubuan ndang marimba tano hamatean”
Saduran : Bambu di perbambuan dan langge dei perlanggean Kampung Prang tua Tempat lahir tidak memilih tempat kematian.

2. “Mutu do Siborok, mangalului guluan, Sai mutu do roha, mangulului hangoluan”
Saduran : Beludru selalu berusaha mencari kubangan, Setiap manusia selalu mencari kehidupan

3. “Tinompa ni Ruhut ingkon do numbang, Tinompa ni batu ingkon manongnong”
saduran : Ciptaan pengapung selalu terapung, yang berasal dari batu selalu terbenam

Dari ketiga kutipan diatas dapat kita simpulkan bahwa salah satu sifat hidup Suku Batak adalah mengembara kemana saja di mana ada sumber kehidupan walaupun jauh dari tempat kelahirannya, tidak memilih tempat untuk akhir hidupnya dan jika memang kodratnya tercipta menjadi orang yang beruntung, kemanapun dia bergerak akan memperoleh rejeki atau kemujuran, demikian sebaliknya.

Perkampungan Tateabulan salah satu Destinasi Wisata Perkampungan Batak

Hal Motto hidup ilmiah menjadi semangat dan jiwa berkelana suku Batak dari sejak dahulu kala hingga sekarang, maka tidak heran kalau kita nyatakan bahwa di seluruh Provinsi di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini pasti ada penduduknya Orang Batak, bahkan menyebar sampai ke Luar Negeri dan menjadi Warga Negara Asing.

APA ITU BATAK

Kata atau nama Batak itu dapat kita terangkan dari lima segi :
1. Wilayah adalah Tano Batak ( batak landen )
2. Puak / Suku / Bangso Batak
3. Bahasa / Bahasa Batak
4. Tulisan / Aksara / Surat Batak
5. Budaya / Adat Batak

sehingga Pengertian Batak merupakan Kesatuan Kebudayaan, Kerohanian, dan Kemasyarakatan meliputi kehidupan Ke-Agamaan, Kesusilaan, Hukum, Seni dan Teknologi.

BATAS – BATAS WILAYAH

Adapun  wilayah- wilayah yang didiami oleh Puak Batak :
Utara       : Berbatasan dengan Tanah Aceh
Selatan     : Berbatasan dengan Tanah Minangkabau/ Riau
Timur       : Berbatasan dengan Langkat Hulu, Deli Hulu dan Asahan
Barat        : Berbatasan dengan Lautan Indonesia

Luas Wilayah yang didiami tersebut kira – kira 1/9 dari luas Pulau Sumatera

SUB ETNIS

Penyebarluasan Etnis Batak dibagi menjadi lima bagian, yakni :

1. Batak Toba
Batak Toba mendiami Sianjur Mulamula , Pulau Samosir, Toba Hobung, Uluan, Habinsaran, Sijama Polang, Humbang, Hurlang, Silindung, Pahae, Tapanuli Tengah ( Sibolga – Barus ), sebagian Dairi, Kalasan, Asahan dan Labuhan Batu.

2. Batak Karo
Batak Karo mendiami Dataran Tinggi Karo sampai Langkat Hulu , Deli Hulu, Serdang Hulu dan sebagian Tanah Dairi.

3. Batak Pak-pak
Batak Pak-pak mendiami Tanah Dairi meliputi Simsim, Kepas, Pegagan, Kalasan, Boang dan Singkil Hulu.

4. Batak Simalungun
Batak Simalungun mendiami sebelah Timur Danau Toba yang sekarang disebut Kabupaten Simalungun.

5. Batak Angkola Mandailing
Batak Angkola Mandailing mendiami Sipirok , Angkola , Padang Bolak Gunung Tua, Mandailing, Barumun dan Sosa, Natal.

Kita Berharap demi mempertinggi mutu hidup Suku Batak secara Nasional dan Internasional agar memahami dengan tulus dan ikhlas bahwa :

“Adat do Uagari, Sinihathon ni Mula Jadi, Siulahonon ganup ari, saleleng di si ulu balang ari “

Saduran : Adat sama dengan Hukum yang dipesankan oleh Tuhan,Yang harus dilaksanakan setiap insan selama hidup

Karena itu maka marilah kita :
1. Setiap Suku Batak haruslah memelihara adat tradisional serta melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari yang berdasarkan cinta kasih yang diikat oleh hubungan kekeluargaan dalam Tarombo masing-masing.
2. Mari kita satukan pikiran dan tindakan untuk memelihara semangat gotong royong dalam segala aspek kehidupan yang diciptakan dan dilaksanakan oleh Leluhur Batak sejak dahulu kala yang tolong – menolong dan dukung – mendukung agar identitas Suku Batak itu dalam berbangsa dan bernegara agar terpelihara mutunya dalam tingkat Nasional dan Internasional.
3. Mari kita pelihara dan laksanakan budaya Batak secara konsekuen dalam segala aspek kehidupan, sehingga Budaya Batak lestari tidak terkontaminasi oleh Budaya luar yang tidak relevan dengan Budaya kita dari Generasi ke generasi secara turun – temurun.
4. Mari kita ikat persatuan seluruh marga – marga Batak yang ada di seluruh Nusantara agar kuat dan kokoh berazaskan musyawarah dan mufakat, disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat, tanpa melanggar hukum yang berlaku.
5. Mari kita sama-sama memberikan perhatian dan pemikiran untuk menyatukan tindakan, sehingga tercipta miniature Batak dalam kesatuan Budaya hingga menarik mata dunia luar untuk melihat identitas Batak secara Nasional maupun Internasional.

HORAS ———- HORAS ———- HORAS

 
About these ads