About these ads

Bagi yang mendapatkan warisan berupa tanah yang telah disertipikatkan terdapat permasalahan dalam pembayaran pajak Bea Pajak Hak Atas Tanah dan Bangunan, permasalahan ini terjadi apabila sertipikat tersebut akan di balik nama kepada masing-masing ahli waris (masing-masing ahli waris mendapatkan haknya). Untuk lebih jelas perhatikan pertanyaan berikut ini.

Saya punya sebidang tanah bersertipikat Hak Milik Pertanian, tanah tersebut saya dapatkan dari warisan almarhum orangtua saya yang telah meninggal, tanah tersebut mau saya balik namakan atas nama saya sendiri.. Jadi saya datang ke BPN setempat dan hasil konsultasi saya di suruh APHB, namun harus bayar pajak peralihan (BPHTB) dahulu dengan rincian :

BPHTB Waris  = (Nilai NJOP – 300.000.000) x 5%
BPHTB APHB  = (Nilai NJOP – 60.000.000) x 5 %

Pertanyaan :

Kenapa ada perbedaan dan jenis pengurangan yang berbeda, padahal berdasarkan pada satu rezim waris? dan Kenapa saya kena dua kali pembayaran pajak, padahal itu tanah warisan?

Pembahasan

Itu artinya tanah memang diperuntukan untuk anda dan anda dapatkan tanpa wasiat atau hibah wasiat, Dengan peristiwa hukum kematian orangtua, maka tanah tersebut harus turun waris ke seluruh ahli waris yang berhak terlebih dahulu, dan untuk peristiwa hukum ini anda akan dikenai pajak berupa BPHTB waris nilainya adalah sebesar rumus yang telah disebutkan, dan setelah membayar BPHTB sertipikat dapat di balik nama dan hasilnya adalah sertipikat atas nama seluruh ahli waris. Untuk syarat-syarat yang diperlukan untuk balik nama ke seluruh ahli waris lihat tulisan berikut :

Dokumen Persyaratan Dalam Pengurusan Balik Nama Karena Waris

Setelah sertipikat dengan nama ahli waris tersebut selesai diproses, maka agar sertipikat tersebut berubah (balik nama) ke nama anda seorang, maka kembali terjadi perbuatan hukum, dimana saudara2 anda akan melepas hak yg mereka miliki atas tanah tersebut, untuk pelepasan hak ini memakai Akta Pembagian Harta (APHB) atas peralihan hak dalam APHB ini, anda juga dikenai BPHTB APHB dengan nilai yang telah disebutkan diatas. Intinya, adalah agar sertipikat tersebut menjadi nama anda, harus terjadi terjadi peristiwa peralihan hak, dimana setiap peralihan hak tersebut mempunyai konsekuensi dikenakan pajak berupa BPHTB dan perhitungan pajak masing masing disesuaikan dengan jenis peralihannya.

Yang perlu anda ketahui bahwa subyek pajak tidak dapat dikenakan 2 (dua) kali pengenaan pajak dalam satu peristiwa yang sama, yaitu jika sudah terkena pajak BPHTB Waris maka tidak kena lagi BPHTB APHB. Misal objek pajak anda 250.000.000 maka anda tidak dikenakan BPHTB waris karena nilai tanah anda kurang dari 300 juta, namun untuk pajak BPHTB APHB, anda akan dikenai pajak sebesar 9.500.000 angka ini didapatkan dari 250.000.000 – 60.000.000 = 190.000.000, 190.000.000 x 5% = 9.500.000.

Demikianlah tulisan saya tentang Pajak yang dikenakan atas sebidang tanah warisan, jika ingin mengetahui lebih lanjut mengenai Surat Pernyataan Ahli Waris sebagai salah satu syarat untuk Balik Nama Sertipikat karena waris, lihat tulisan berikut.

Surat Pernyataan dan Penyerahan Ahli Waris

About these ads