About these ads

Dampak Pengurangan Subsidi BBM, Sebuah Pemikiran Politis

Terdapat dua kebijakan terkait Subsidi BBM yang terjadi dalam kurun waktu yang tidak lama Kebijakan pertama dari pemerintah Indonesia adalah mengurangi subsidi BBM dengan cara menaikkan Harga premium naik Rp 2.000 menjadi Rp 8.500 per liter dari sebelumnya Rp 6.500 per liter. Sementara harga solar naik Rp 2.000 dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500 per liter, per 17 November 2014, kebijakan ini akan menyebabkan kenaikan tingkat inflasi. Dampak utama dari kenaikan harga BBM tersebut adalah kenaikan tarif angkutan dan biaya produksi di sektor industri, yang pada gilirannya akan meningkatkan inflasi di semua sektor ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut realisasi inflasi atau inflasi yang terjadi di November 2014 sebesar 1,5 persen karena imbas dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Kebijakan tersebut memberikan dampak langsung maupun tidak langsung bagi pergerakan inflasi. (liputan6.com, Senin 1 Desember 2014).

Selain kebijakan pengurangan subsidi BBM tersebut pemerintah juga melakukan kebijakan evaluasi harga BBM, dimana per 1 Januari 2015, pemerintah menetapkan, harga premium tanpa subsidi menjadi Rp 7.600 per liter dan mensubsidi solar Rp 1.000 (fixed subsidy) dengan harga Rp 7.250 per liter. Dengan adanya evaluasi harga BBM dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, dapat menyebabkan naik turunnya harga barang yang tidak terlalu lama sehingga tidak ada lagi penyesuaian harga pada periode-periode tertentu yang berdampak inflasi sangat tinggi Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kebijakan harga BBM tersebut akan memudahkan pengendalian inflasi. (republika.co.id, Selasa 2 Januari 2015).

Subsidi BBM adalah kebijakan pemerintah, yang dapat mempengaruhi tingkat Actual Inflation, dalam kasus yang terjadi pada awal pemerintahan Jokowi kebijakan Harga yang dilakukan seperti Pengurangan Subsidi BBM dapat meningkatkan tingkat infasi yang terjadi, namun yang menarik dari kebijakan tersebut adalah tidak lama kemudian pemerintah menurunkan harga BBM yang ada.

Secara politis mungkin kebijakan ini hanya bersifat populis untuk menambah pencitraan, ataupun memang hanya kebijakan yang mengikuti mekanisme pasar dimana harga minyak dunia cenderung mengalami penurunan di awal tahun 2015, namun pengaruhnya terhadap inflasi yang terjadi adalah daya beli masyarakat turun dan kemudian kembali naik (fluktuasi harga), menyebabkan kenaikan harga barang barang kebutuhan tidak terjadi terlalu lama. Yang berpengaruh terhadap sedangkan inflasi adalah kenaikan harga yang terjadi terus-menerus. Sehingga tingkat inflasi yang dapat dikendalikan akan berdampak terhadap Stabilitas Perekonomian Negara Indonesia.

Data didapatkan dari berbagai sumber.

About these ads