About these ads

Tulisan Lalu kita telah membahas persyaratan yang dibutuhkan penjual dan pembeli dalam pelaksanaan Akad jual beli tanah.

Dokumen Persyaratan Balik Nama dari Jual Beli

Kali ini saya akan berikan beberapa dokumen yang dibutuhkan dalam pengurusan balik nama karena turun waris (tanah diperoleh dari warisan) perolehan warisan ini harus disetai dengan bukti penerimaan warisan,bukti tersebut untuk membuktikan secara sah bahwa anda adalah penerima warisan. Bukti ini biasanya berbentuk Wasiat dari pewaris, atau Putusan Pengadilan, atau Penetapan hakim/Ketua Pengadilan, atau Surat Keterangan Ahli Waris. Setelah kematian orangtua, agar tidak jadi permasalahan biasanya tanah tersebut akan dikuasakan kepada seorang ahli waris untuk dilakukan pengurusan balik nama kepada seluruh ahli waris, berikut ini ada beberapa Dokumen yang perlu disiapkan oleh Ahli Waris :

  1. Fotocopy Identitas kependudukan yaitu Fotocopy Kartu Tanda Penduduk dari seluruh Ahli Waris.
  2. Fotocopy Kartu Keluarga Induk (bagi ahli waris yang belum berkeluarga) dan Fotocopy Kartu Keluarga lainnya bagi ahli waris yang menjadi kepala keluarga atau telah menikah, syarat ini diperlukan untuk untuk menginvetarisasi seluruh ahli wari yang berhak.
  3. Fotocopy Akta / Buku Nikah yang telah dilegalisir milik orangtua yang telah meninggal tersebut.
  4. Asli Seritipikat Tanah, atas nama Pewaris / Orangtua yang meninggal.
  5. Asli Surat Tanda Terima Setoran (STTS) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun berjalan.
  6. Asli Surat Keterangan Kematian orang tua yang telab meninggal. Surat ini diurus di kantor kelurahan setempat, cara membuat surat kematian ini adalah dengan melampirkan KTP orang yang meninggal dan bukti kematian dari rumah sakit jika meninggal karena sakit, atau surat keterangan kepolisian jika kematian tidak terjadi dirumah sakit contoh pembunuhan atau kecelakaan lalu lintas.
  7. Fotocopy Surat Keterangan Kematian Ahli Waris, Surat Keterangan ini dibutuhkan apabila ada salah satu anggota keluarga yang telah meninggal (maka ahli waris akan dialihkan kepada keluarga yang telah meninggal tersebut)
  8. Bukti penerimaan Warisan berupa Surat Keterangan Ahli Waris* jika suami/istri telah meninggal dan terdapat anak yang dilahirkan dari perkawinan mereka maka suami / istri beserta anak-anak yang ditinggalkan adalah penerima warisan secara sah, Surat bukti ini dibuat dihadapan Pejabat Pemerintahan yang berwenang (Lurah dan Camat), untuk menegaskan siapa saja ahli waris yang berhak menerima warisan sebidang tanah tersebut
  9. Surat Kuasa Ahli Waris, juga dibuat dihadapan Lurah dan Camat, surat ini adalah surat yang menegaskan pemberian kuasa kepada seseorang Ahli waris untuk mengurus kepentingan seluruh ahli terhadap tanah warisan tersebut.

*Yang perlu diketahui adalah persyaratan untuk Surat Keterangan Ahli Waris dapat berbeda tergantung kewarganegaraan asal perbedaan ini diatur berdasarkan Surat Edaran tanggal 20 Desember 1969 No. DPT/12/63/12/69 yang diterbitkan oleh Direktorat Agraria Direktorat Pendaftaran Tanah (Kadaster) yaitu :

  • Warga Negara Indonesia Asli, Surat Keterangan Waris dibuat dibawah tangan, ditandatangani oleh semua ahli waris, dengan disaksikan atau turut ditandatangani oleh 2 (dua) orang saksi dan diketahui dan dikuatkan oleh Lurah dan Camat, untuk contoh Surat Keterangan Ahli Waris dapat anda download di tulisan berikut ini.

Surat Pernyataan Ahli Waris dan Penyerahan Warisan Terhadap Sebidang Tanah

  • Warga Negara Indonesia keturunan Tinghoa dan Eropa, pembuatan Surat Keterangan Warisnya dapat dilakukan dihadapan Notaris dengan didahului pengecekan wasiat pada Pusat Daftar Wasiat di Kementerian Hukum dan HAM.
  • Warga Negara Indonesia keturunan Asia Timur Asing (Arab dan India), Surat Keterangan Waris untuk keturunan warga negara ini dapat dibuat di Balai Harta Peninggalan (BHP).

Dasar Hukum :
Pasal 42 ayat (4) PP No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, yang berbunyi:

Jika penerima warisan lebih dari satu orang dan waktu peralihan hak tersebut didaftarkan disertai dengan akta pembagian waris yang memuat keterangan bahwa hak atas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun tertentu jatuh kepada seorang penerima warisan tertentu, pendaftaran peralihan hak atas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun itu dilakukan kepada penerima warisan yang bersangkutan berdasarkan surat tanda bukti sebagai ahli waris dan akta pembagian waris tersebut.

About these ads