About these ads

VIKA KARINA

Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Status Anemia Remaja Putri Kelas 1 Di SMA Negeri Kota Bogor.

 V BAB, 61 Halaman, 27 Tabel, 3 Lampiran

            Prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesiamasih cukup tinggi. Anemia sering terjadi karena menstruasi setiap bulan, kecendrungan remaja berdiet karena ingin langsing, pola makan yang salah, serta adanya pantangan dan tabu. Anemia gizi pada kelompok remaja putri dapat menimbulkan dampak antara lain menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah terkena penyakit, menurunkan aktifitas yang berkaitan dengan kemampuan kerja fisik dan prestasi belajar. Hasil penjaringan Dinas Kesehatan Kota Bogor tahun 2006 sebanyak 20.11 % remaja putri kelas 1 tingkat SMP dan SMA menderita anemia. Penelitian indriwati di SMA Negeri 1 Cibinong (2001) sebesar 42.2%, sedangkan penelitian Rahmawati (2003) bahwa 18.2%  remaja putri di SMA Negeri 5 dan 6 Kota Bogor menderita anemia.

            Penelitian ini bersifat Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas 1 SMA Negeri 1 KotaBogor. Sedangkan sample adalah seluruh remaja putri kelas 1 SMA Negeri 1 Kota Bogor yang diambil secara purposive sampling yaitu remaja yang memiliki criteria  hadir, bersedia diambil sample dan tidak menstruasi pada saat pengambilan data dilakukan.

            Jumlah sampel dalam penelitian adalah 105 orang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan status anemia dengan faktor- faktor : IMT, pola konsumsi, sosial ekonomi, pengetahun anemia, konsumsi suplemen Fe dan lama haid.

            Pengolahan data dilakukan dengan  dan analisa selanjutnya menggunakan uji stastistik chi square.Analisa ini dilakukan secara bertahap yaitu analisa univariat dan anlisa bivariat.

            Dari 11 variabel yang diteliti ada 6 variabel yang bermakna yaitu, status ekonomi orang tua, uang saku, IMT, pola konsumsi, lama haid dan konsumsi Suplemen Fe.

            Masih tingginya prevalensi anemia remaja putrid di Kota Bogor menunjukkan masih rendanhya tingkat pelaynan kesehatan untuk remaja putri. Maka diperlukan upaya KIE, penyediaan Suplemen Fe di Sekolah termasuk pembinaan langsung kepada kantin sekolah termasuk pembinaan langsung kepada kantin sekolah agar menyelenggarakan makanan sehat dan bergizi.

Daftar Pustaka : 57 buah ( 1980- 2006) 

30 Juli 2007

About these ads