About these ads

Berikut ini saya akan menampilkan contoh ibadah bagi teman-teman anggota PMK

Garis Besar Alur Ritus Pembukaan (Opening Ceremony)

  • Pembukaan/Renungan Situasi [kalau bisa ada multimedia mengenai kondisi Indonesia yang membutuhkan pertolongan Allah]
  • Saat Teduh/Panggilan Beribadah (Sungguh Lembut Tuhan Yesus Memanggil/ KJ 353)
  • Kesehatian (Hari Ini Hari Yang Telah Dijadikan Tuhan/ Refr: Bersuka dalam Tuhan)
  • Pengakuan Dosa (Meski Tak Layak Diriku/KJ 27: 1-4)
  • Penyembahan (Besar dan Ajaiblah Karya-Mu/ BLP 15)
  • Persiapan Firman (Bukakan Mataku, Tuhan/BLP 219:1-2)
  • Respon (Kamulah Bangsa Terpilih/BLP 452 atau lagu tema RK11)

Penjelasan Mengenai Alur.
Alur ibadah ini disusun “sesuai dengan” serta dengan tujuan “membantu mendapatkan latar” kisah pemilihan Daud sebagai raja. Narasi pengurapan Daud sebagai gembala dan raja Israel menjadi kehilangan relevansi, jika ditempatkan sendiri tanpa mendapatkan konteksnya dalam kondisi keterpurukan bangsa Israel. Oleh karena itu, sama seperti penulis kitab Samuel yang mengantisipasi kemunculan Daud dalam pasal 16, dengan terlebih dahulu menyampaikan kebutuhan Israel akan campur tangan Allah seperti seorang wanita mandul mendambakan kelahiran anak dari rahimnya, demikian juga alur opening ceremoni (ritus pembukaan) RK [dalam pandangan saya] sebaiknya dimulai dengan mempertontonkan kepada peserta mengenai kebutuhan bangsa dan negara ini akan hadirnya Allah yang memanggil dan memilih gembala atas umat-Nya.
Setelah kebutuhan akan campur tangan Allah dalam sejarah manusia (khususnya umat di bangsa ini) ditampilkan, peserta diajak untuk mendengarkan/merenungkan panggilan Allah bagi mereka untuk diperlengkapi guna menyatakan kuasa dan pemeliharaan Allah atas bangsa ini. Pada bagian saat teduh ini, pertanyaan penting yang harus direnungkan oleh peserta adalah “Adakah kedatanganmu membawa selamat, bagi bangsa ini, atau hanya ingin menyelamatkan diri sendiri?” Melalui saat teduh, peserta diajak untuk menarik diri dari segenap “kegalauan” dan “kesibukan sendiri” ke dalam suatu masa “kairos”, masa khusus dimana Allah memanggil dan memperlengkapi mereka dalam RK ini.
Selanjutnya, MC akan menekankan kembali bahwa waktu di RK ini adalah kairos yang sudah disediakan Tuhan bagi PMK-mu, PMK di kota-mu, gereja-Nya dan bangsa ini. Oleh karena itu, kita semua yang hadir di RK ini patut bersukacita pada hari yang disediakan dan dijadikannya ini. Kita bersukacita tidak hanya seorang diri melainkan bersama-sama dengan rekan-rekan dari berbagai kampus dan kota. Kita diundang dalam suatu waktu dimana Allah memanggil pemimpin pilihan-Nya. Sungguh ini adalah suatu sukacita yang besar! Kita menyaksikan Allah sedang bekerja mengangkat bangsa ini dan umat-Nya dari keterpurukan yang mendalam.
Kemudian, kita yang diundang ke dalam perjamuan Allah (yang merupakan orang-orang yang sangat beruntung) dibawa untuk menyadari bahwa dalam perjamuan-Nya tidak ada dosa bertahan. Oleh karena itu, seperti perintah Samuel kepada para tua-tua di Betlehem, “… Kuduskanlah dirimu, dan datanglah dengan daku ke upacara pengorbanan ini.”, demikian juga kita harus menguduskan diri dengan mengakui keberdosaan kita di hadapan Allah serta berani datang ke perjamuaan-Nya semata-mata karena Kristus, Putera-Nya, yang mengundang dan melayakkan kita untuk datang.
Setelah kita diajak menyadari bahwa keikutsertaan kita dalam perjamuan yang disediakan Allah ini semata-mata karena anugerah dari Kristus, MC akan membawa seluruh peserta untuk merenungkan lebih jauh lagi bahwa Allah tidak pernah meninggalkan manusia ciptaan-Nya dan umat pilihan-Nya dalam keterpurukan. Ketika Israel memberontak dan menderita akibat pelanggaran-Nya, Allah memunculkan Daud untuk memimpin umat-Nya kepada persekutuan dengan Allah. Ketika umat manusia memberontak dan menderita akibat dosa dan pelanggarannya, Allah menumbuhkan Tunas Daud untuk membawa manusia kepada persekutuan dengan Dia. Ketika zaman demi zaman dipenuhi dosa, dan segenap alam mengerang-erang memohonkan pertolongan, Allah tak pernah berhenti bekerja mendatangkan selamat dan mengangkat pemimpin-pemimpin bagi umat-Nya. Hal ini Ia lakukan demi kasih, kesetiaan, keadilan dan kemuliaan-Nya yang besar! Sehingga, Patutlah Dia menerima pujian dan penyembahan yang besar atas apa yang dilakukan-Nya itu dari umat tebusan di sepanjang masa seperti yang ditunjukkan oleh kitab Wahyu. Besar dan Ajaiblah Karya-Nya!
Berada dalam perjamuan yang diadakan Tuhan untuk menyaksikan Ia mengurapi pemimpin pilihan-Nya dan menyatakan panggilan-Nya merupakan sebuah sukacita besar dan pengalaman yang menakjubkan. Namun kesempatan ini menjadi sia-sia, jika penglihatan dan pendengaran kita gagal menangkap maksud dan suara Allah. Samuel, dalam tugas kenabiannya yang terakhir, nyaris gagal melihat pemimpin yang dimaksud Allah. Namun, Allah membimbing dan menuntun Samuel sehingga ia mengenali sosok yang tepat. Sebelum Tuhan berbicara kepada kita mengenai Panggilan dan Pemilihannya, mari kita mohon Allah membuka mata kita seperti Tuhan membuka mata Samuel, dan dijauhkan dari seperti imam Eli yang nyaris buta dan hampir tertidur sehingga tidak pantas lagi menjalan fungsi kepemimpinan dari Allah.
Selanjutnya, setelah Panggilan dan Pemilihan Allah diwartakan, saatnya bagi umat meresponinya dengan semakin menyadari status dan perannya sebagai orang-orang yang dipilih dan dikhususkan Allah. Peserta nantinya diarahkan untuk memiliki kerinduan yang lebih kuat untuk menyatakan kasih dan kemuliaan Allah di tengah keterpurukan bangsa ini. Peserta lebih rindu lagi untuk diperlengkapi melalui sesi-sesi di RK ini guna mencapai tujuan tersebut.

Demikian lah alur Ibadah PMK yang dapat saya berikan semoga ini dapat menjadi saah satu contoh untuk melaksanakan Ibadah yang khusyuk dan iman kita dapat semakin bertumbuh.

About these ads