About these ads

Oleh Sarman P.Sagala, SE

1. Analisis Scalogram

Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasikan peranan suatu kota berdasarkan pada kemampuan kota tersebut memberikan pelayanan kepada masyarakat. Semakin lengkap pelayanan yang diberikan, menunjukan bahwa kota tersebut mempunyai tingkatan yang tinggi dan dapat dikatakan sebagai pusat pertumbuhan.

Tujuan digunakannya analissi ini agar dpat mengidentifikasikan kota-kota kecamatan di kabupaten Ogan Ilir yang dapat dijadikan sebagai pusat perumbuhan dilihat dari fasilitas-fasilitas pekotaan (Sosial, Ekonomi dan Pemerintahan).

Dalam analisis ini untuk menentukan pusat pertumbuhan tersebut digunakan tiga komponen fasilitas utama yaitu :

  1. Differentiation, yaitu fasilitas yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi. Fasilitas ini menujukan adanya struktur kegiatan ekonomi lingkungan yang kompleks, jumlah dan tipe fasilitas komersial yang akan menarik masyarakat menjadikannya sebagai tempat tinggal atau tempat kerja.
  2. Solidarity, yaitu fasilitas yang menunjukan tingkat kegiatan sosial. Fasilitas ini menunjukan tingkat kegiatan sosial dari kawasan atau kota.
  3. Centrality, adalah fasilitas yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi politik/pemerintahan. Fasilitas ini menunjukan bagaimana hubungan dari masyarakat dalam kota dan diukur dari perkembangan hierarki institusi sipil

Dari Hasil perhitungan Scalogram lihat pada tabel ketersediaan fasilitas perkotaan dapat dilihat bahwa dari beberapa kecamatan yang ada di kabupaten ogan ilir yang dapat diidentifikasikan sebagai pusat pertumbuhan adalah kecamatan Indralaya (3734), kecamatan Tanjung Batu (2892), dan kecamatan Tanjung Raya (2431). Dari hasil diatas Kecamatan Indralaya dikategorikan sebagai pusat pertumbuhan karena Memiliki fasilitas terbesar hal ini dapat dimakumi karena Kecamatan Indralaya adalah Ibukota dari kecamatan Ogan Ilir sehingga secara otomatis kecamatan ini akan menjadi pusat pertumbuhan bagi daerah lainnya.

Sementara untuk dua kecamatan laiinya dapat dikatakan maju karena kecamata tersebut merupakan pusat kegiatan ekonomi yang ada dan di kedua daerah tersebut terdapat pasar dan terminal yang ramai. Sehingga, hal ini secara tidak langsung juga menarik pelaku ekonomi yang ada untuk tinggal atau bekerja di kecamatan tersebut dan berdirinya kantor-kantor pemerintahan.

Tabel Hasil Analisis Scalogram Ketersediaan Fasilitas Perkotaan

Kecamatan di Wilayah Ogan Ilir, 2006


No

Kecamatan

Nilai Fasilitas

Sosial

Ekonomi

Pemerintah

Total

1

Muara Kuang

19

14

18

51

2

Rambang Kuang

17

14

18

49

3

Lubuk Keliat

27

142

23

192

4

Tanjung Batu

178

2644

70

2892

5

Payaraman

26

56

44

126

6

Rantau alai

33

58

22

113

7

Kandis

23

80

30

133

8

Tanjung Raya

120

2223

70

2413

9

Rantau Panjang

41

162

60

263

10

Sungai Pinang

24

70

26

120

11

Pemulutan

29

238

56

323

12

Pemulutan Selatan

31

82

56

169

13

Pemulutan Barat

31

172

56

256

14

Indralaya

386

3098

250

3734

15

Indralaya Utara

36

148

60

244

16

Indralaya Selatan

19

34

22

75

Sumber  : BPS Kabupaten Ogan Ilir (data Diolah)

Berdasarkan hasil analisis Scalogram tersebut, dapat diketahui bahwa hubungan antara fasilitas-fasilitas perkotaan yang tersedia dengan fungsi daerah sebagai pusat pertumbuhan adalah, dengan semakin lengkap dan tingginya nilai fasilitas yang dimiliki oleh daerah tersebut akan menjadikannya memiliki fungsi yang lebih besar dibandingkan dengan daerah lainnya yang tidak memiliki fasilitas perkotaan.

Hal ini berarti, apabila kecamatan yang berada di kabupaten Ogan Ilir mempunyai fasilitas yang lebih lengkap dari pada kecamatan yang lain, maka kecamatan tersebut akan memiliki kemampuan untuk memberikan pelayanan yang lebih kepada masyarakat dibandingkan dengan kecamatan lainnya, dan pada kondisi inilah yang mengakibatkan kecamatan tersebut dapat menjadi Pusat Pertumbuhan bagi kecamatan lainnya.

2. Analisis Model Gravitasi.

Analisis Model Gravitasi bertujuan untuk mengetahui hubungan kedekatan antara dua daerah, dalam hal ini daerah dianggap massa yang mempunyai daya gravitasi yang saling tarik-menarik, hubungan ini diidentifikasikan sebagai nteraksi ekonomi anatara pusat pertumbuhan dengan daerah sekitarnya, hubungan ntara kedua daeratersebut dicerminkan dalam nilai indeks gravitasi yang diperoleh.

Analisis ini dilakukan untuk mengetahui daerah hinterland dari masing-masing pusat pertumbuhan yang ada, Kecamatan Muara Enim sebagai Ibukota Kabupaten dianggap sebagai pusat pertumbuhan sedangkan sub-sub pertumbuhan lainnya adalah sebagai berikut :

  1. Pusat Pertumbuhan kecamatan Semendo memiliki daerah hinterland yaitu kecamatan Aremantai dan Tanjung Raya.
  2. Pusat Pertumbuhan kecamatan Lawang Kidul memiliki daerah hinterland yaitu Tanjung Agung
  3. Pusat Pertumbuhan kecamatan Talang Ubi memiliki daerah hinterland yaitu kecamatan Penukal Abab, Tanah Abang dan Penukal Utara yang merupakan hasil pemekaran Penukal Abab
  4. Pusat Pertumbuhan kecamatan Gunung Megang memiliki daerah hinterland yaitu kecamatan Ujan Mas dan kecamatan Benaket yang merupakan kecamatan hasl pemekaran dari kecamatan Gunung Megang
  5. Sedangkan untuk Pusat Pertumbuhan kecamatan Gelumbang memiliki daerah hinterland yaitu kecamatan Lembak dan Sungai Rotan.

Tabel Hasil Analisis Indeks Gravitasi Kecamatan

Terhadap Pusat Pertumbuhan di kabupaten Muara Enim, 2002

No

Kecamatan

Indeks Gravitasi dengan Pusat Pertumbuhan

Semendo

Lawang Kidul

G. Megang

Talang Ubi

R. Lubai

Gelumbang

1

Aremantai

21980.99

5586.40

679.10

1178.17

95.82

132.84

2

Tanjung Raya

10620.19

1513.88

176.21

300.27

24.13

34.43

3

Semendo

4

Tanjung Agung

8227.67

298164.48

7971.51

9254.15

596.68

839.80

5

Lawang Kidul

6

Muara Enim

7

Ujan Mas

2184.87

141676.14

179030.47

40489.88

1605.41

2320.75

8

G. Megang

9

Talang Ubi

10

Penukal Abab

567.79

11300.19

14004.74

35348.09

969.67

2435.60

11

Tanah Abang

1259.54

23651.30

25561.38

63636.07

2661.35

10347.06

12

R. Dangku

817.99

20617.40

53661.11

51483.72

3162.11

4812.18

13

Rambang lubai

14

Lembak

509.98

8616.57

7485.88

9792.86

7802.61

71912.70

15

Gelumbang

16

Sungai Rotan

178.86

2479.10

1547.38

5574.62

1055.89

16.486.93

5. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan, maka dapat diidentifikasikan pusat-pusat pertumbuhan yang ada di kabupaten Muara Enim dengan hintreland-nya serta sektor- sektor potensial yang ada. Khusus daerah kecamata Muara Enim, merupakan pusat pertumbuhan utama di Kabupaten Muara Enim hal ini berkaitan dengan kedudukannya segai pusat pemerintahan Kabupaten sedangkan kecamatan lain yang diidentifikasikan sebagai sub-sub pertumbuhan adalah Kecamatan Semendo, Kecamatan Lawang Kidul, Kecamatan Gunung Megang, Kecamatan, Talang Ubi, Kecamatan Rambang Lubai dan Gelumbang.

About these ads