About these ads



ABSTRAK

JURUSAN GIZI POLTEKKES JAKARTA II

KARYA TULIS ILMIAH, 14 AGUSTUS 2007

SALMAH NURHIDAYATI

HUBUNGAN POLA KONSUMSI BAHAN MAKANAN SUMBER LEMAK DENGAN KEJADIAN JERAWAT PADA MAHASISWI JURUSAN GIZI POLTEKKES JAKARTA II.

x, V BAB,  43 hal, 19 tabel, 7 Lampiran

Jerawat walaupun tidak membahayakan tapi bisa memberikan dampak negatif pada orang yang mengalaminya. Pertama, berkurangnya keindahan kulit dan yang kedua adalah dampak psikologis di mana si penderita jerawat merasa minder atau malu. Beberapa para ahli menyatakan bahwa bahan makanan sumber lemak tertentu diduga sebagai pemicu timbulnya jerawat. Makanan tinggi lemak akan merangsang kelenjar sebasea untuk mengeluarkan lebih banyak minyak daripada kadar normal dan mengakibatkan jerawat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat konsumsi bahan makanan sumber lemak dengan kejadian jerawat dan mengetahui hubungan frekuensi bahan-bahan makanan sumber lemak dengan kejadian jerawat.

Sampel yang digunakan adalah Mahasiswi Jurusan Gizi POLTEKKES Jakarta II, dengan besar sampel 70 Mahasiswi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini menggunakan uji statistik chi-square. Hasil hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan proporsi kejadian jerawat antara tingkat konsumsi lemak dengan kategori lebih, sedang dan kurang. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan proporsi kejadian jerawat di antara responden yang mengkonsumsi bahan makanan seperti daging, kacang tanah, susu bubuk, alpukat dan ”peanut butter” selama 1-3 kali seminggu atau lebih dan yang tidak pernah mengkonsumsi susu bubuk penuh selama 1 minggu terakhir. Namun pada bahan makanan seperti susu cair (p= 0.044) dan keju (p=0.013) menunjukkan adanya perbedaan proporsi kejadian jerawat di antara responden yang mengkonsumsi 1-3 kali seminggu atau lebih dan yang tidak pernah mengkonsumsi keju selama 1 minggu terakhir.

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan masyarakat dalam memilih bahan-bahan makanan yang ada hubungan dan yang tidak ada hubungannya dengan kejadian jerawat. Selain itu masyarakat juga sebaiknya memperhatikan faktor-faktor lain penyebab timbulnya jerawat.

Daftar Bacaan  : 30 (1987-2007)

Klasifikasi         : –

About these ads