About these ads

Informal Settlement Regulation

Agustin Samosir

Tema : Informal Settlement Regulation

Penatagunaan tanah merupakan bagian dari pertanahan untuk mencapai tujuan tanah untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.  Penataan ruang adalah implementasi dari hak-hak publik yang sudah dilengkapi hak.

Ada beberapa pengaturan pertanahan di Indonesia, yaitu: Kementerian Kehutanan, Pertambangan, dan sebagainya. Semua sangat berpengaruh pada pertanahan hal ini menjadi perhatian dari berbagai pihak, kita harus berkoordinasi dan bertukar informasi sehingga dapat terintegrasi dan tertata dengan baik.

–          Kondisi saat ini masih banyak yang perlu diperhatikan, seperti penggunaan data (updating data).  Citra tidak begitu mudah untuk diperoleh sehingga bagaimana kita dapat meng-update. Kebutuhan data pertanahan sangat meningkat untuk mengukur revisi tataruang karena  2 tahun harus berubah, revisi harus mempertimbangkan penggunaan tanah.

–          Kita mencari tanah-tanah yang perlu dilindungi tapi harus diimbangi HGU. Data liputan hutan harus jelas jadi perlu data penggunaan tanah dan peta tata ruang. Oleh karena itu tujuan utama pengelolaan data spasial untuk mendukung pengelolaan pertanahaan untuk data yang akurat dan terkini, juga memungkinkan peningkatan informasi pertanahan data yang terkini sehingga tidak ada sertifikat yang masuk di kehutanan. Jika semua data lengkap, maka hak-hak tanah dapat diterbitkan dengan tepat. Pengolahan data spasial juga harus mendukung penataan ruang untuk pembangunan nasional.

–          Ada beberapa hal  yang perlu diperhatikan: Hasil diskusi di Pusdatin bahwa kita perlu menyusun standar data spasial. Contohnya: sebidang tanah, bagaimana P4T dapat terkoneksi dan terintegrasi dari data-data spasial kita. Barangkali data penilaian tanah kita tambahkan agar menjadi P5T. Bagaimana data kita buat secara simple dan mudah diakses, kita harus punya data-data dari administrasi pertanahan.  Ada pertimbangan teknis dalam izin lokasi, harus ada persetujuan BPN (integrasi dengan instansi lain).

–          Pengembangan pertukaran data secara online dalam tim kendali pertanahan.

Kesimpulan :

–          Perubahan dalam land cover, untuk keperluan analisis data

–          Base maping segera diwujudkan dengan melibatkan masyarakat

–          Updating dalam rangka memperbaiki kinerja.

About these ads