About these ads

Saya ingin bertanya kepada teman-teman sekalian, Titik Dasar Teknik (TDT) orde-2, orde-3, dan orde-4 yang merupakan bagian dari JKHN dan menjadi kewenangan BPN mempunyai ketelitian yang bertingkat, berapa ketelitian TDT pada masing-masing orde tersebut?

Berikut Jawaban dari Permasalahan tersebut

  • Cracker Jaring Kontrol Geodesi Nasional (JKHN) Yang saya Amat hanya ORDE-4, maka hanya yg saya ketahui, namun mungkin tak berbeda jauh dengan Pengamatan Orde-2 maupun Orde-3. interval orde 2 = 10Km , interval Orde 3= 1-2 Km Kerangka Dasar Kadastral Nasional (KDKN) Orde 4 dengan alternatif pemanfaatan receiver GPS single frequency Spectra Epoch 10,menggunakan metode rapid static dengan koordinat hasil pengukuran terestris .
  • Dengan metode menggunakan pendekatan komparatif, terdapat perbedaan yang signifikan antara koordinat yang dihasilkan dari pengamatan menggunakan receiver GPS single frequency Spectra Epoch 10 dengan koordinat hasil pengukuran secara terestris titik dasar teknik Orde-4 ( yang telah memenuhi ketelitian linier sesuai petunjuk teknis PMNA/Ka.BPN Nomor 3 Tahun 1997. Teknik pengumpulan data koordinat diperoleh dengan pengamatan satelit, dilaksanakan dengan menggunakan 3 buah receiver GPS single frequency pada TDTOrde-4 yg diikatkan dengan TDT Orde 3, dengan lama waktu pengamatan 30 menit.

Dari hasil analisis data menggunakan uji beda (uji t) pada tingkat kepercayaan 95%, nilai standar deviasi 0.075 dan thitung 5.486 menunjukkan bahwa hasil koordinat pengamatan receiver GPS single frequency jika data diolah secara menyeluruh maka akan berbeda signifikan dengan koordinat hasil pengukuran terestris (fixed point). Akan tetapi dengan strategi pengolahan data secara parsial akan meningkatkan ketelitian mencapai 0.037 m pergeseran lateralnya terhadap koordinat fixed point dibandingkan pengolahan data secara menyeluruh dengan pergeseran lateral menvapai 0.097 m. Dengan menggunakan metode rapid static dan pengolahan data secara tepat receiver GPS single frequency dapat digunakan sebagai alternatif pengukuran titik dasar teknik orde-4.

  1. Tehnik RAPID STATIC ini lama pengamatan yang disesuaikan dengan BASELINE dg syarat: tersedia 6 satelit, GDOP (geometrical Dilution Of Precision) yg lbh kecil dari 8, Interval antara Epoch 15 detik.
  2. Pengamatan satelit tidak dilakukan dengan elevasi dibawah 15 derajat.
  3. Ketinggian dari antena harus diukur pd tiap titik tidak blh lbh dr 2 mm.

itu sedikit yang saya tahu,
semoga bisa membantu.

 

Bagaimana Untuk Pengolahan Data pengamatan GPS

  1.  Seluruh reduksi baseline harus dilakukan dengan menggunakan software processing GPS yang sesuai dengan receiver yang digunakan.
  2. Proses reduksi baseline harus mampu menghitung besarnya koreksi troposfer dan koreksi ionosfer untuk data pengamatan.
  3. Untuk setiap baseline di dalam jaringan titik dasar teknik orde 2, standard deviasi (s) hasil hitungan dari komponen baseline toposentrik (dN, dE, dH) yang dihasilkan oleh software reduksi baseline harus memenuhi hubungan berikut

    sN £ sM sE £ sM sH £ 2 sM, dimana : sM = [10 2 + (10d) 2 ] ½ / 1,96 mm, dimana d adalah panjang baseline dalam kilometer.

  4. Pada baseline yang diamati 2 (dua) kali, untuk baseline < 10 km, komponen lintang dan bujur dari kedua baseline tidak boleh berbeda lebih besar dari 0,03 meter. Komponen tinggi tidak boleh berbeda lebih besar dari 0,06 meter. Sedangkan untuk baseline > 10 km, komponen lintang dan bujur dari kedua baseline tidak boleh berbeda lebih besar dari 0,05 meter. Komponen tinggi tidak boleh berbeda lebih besar dari 0,10 meter.
  5. Perataan jaring bebas dan terikat dari seluruh jaring harus dilakukan dengan menggunakan software perataan kuadrat terkecil yang telah dikenal.
  6. Integritas pengamatan jaringan harus dinilai berdasarkan :

    (1) Analisis dari baseline yang diamati 2 kali. (2) Analisis terhadap perataan kuadrat terkecil jaring bebas (3) Analisis perataan kuadrat terkecil untuk jaring terikat dengan titik berorde lebih tinggi.

  7. Akurasi komponen horizontal jaring akan dinilai terutama dari analisis elips kesalahan garis 2D yang dihasilkan oleh perataan jaring bebas untuk setiap baseline yang diamati.
  8. Semi major axis dari elips kesalahan garis (1s) harus lebih kecil dari harga parameter r yang dihitung sebagai berikut ;

titik dasar teknik orde 2 : r = 15 (d + 0,2)
titik dasar teknik orde 3 : r = 30 (d + 0,2), dimana ;
r = panjang maksimum untuk semi major axis (mm).
d = jarak dalam Km

About these ads