About these ads

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pembangunan nasional bangsa Indonesia adalah pembangunan disegala bidang kehidupan yang dilaksanakan secara menyeluruh dan berkesinambungan, termasuk bidang kesehatan. Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Hal ini dituangkan dalam visi pembangunan kesehatan dengan motto ‘Indonesia Sehat “2010” yang mempunyai misi yaitu ; menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan, mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat, memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat yang bermutu, merata dan terjangkau serta memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat (Depkes RI, 2003:4).
Perwujudan kualitas lingkungan yang sehat merupakan bagian pokok dalam usaha dibidang kesehatan seperti dijelaskan dalam UU No. 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan pasal 22 ayat 1 yang berbunyi ;

“Bahwasanya kesehatan lingkungan diselenggarakan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal, dapat dilakukan antara lain melalui peningkatan sanitasi lingkungan baik pada lingkungan tempatnya maupun bentuk atau wujud substansinya yang berupa fisik, kimia, atau biologi termasuk perubahan prilaku, sedangkan kualitas lingkungan yang sehat adalah keadaan lingkungan yang bebas dari segala resiko yang membahayakan kesehatan dan keselamatan hidup manusia”.

Untuk mewujudkan hal tersebut, maka diperlukan upaya – upaya untuk meninngkatkan derajat kesehatan dan perlu dilakukan di tempat umum, lingkungan pemukiman, lingkungan kerja angkutan umum dan lain sebagainya.
Didalam lingkungan kerja seperti di industri yang tiap tahunnya selalu berkembang dan menjadi sektor yang sangat potensial dalam memacu pertumbuhan ekonomi dan pemerataan lapangan usaha, namun disisi lain juga juga dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan tenaga kerja bila tidak ditangani dengan sebaik – baiknya. Dampak negatif antara lain berupa pencemaran udara baik yang terjadi didalam maupun diluar ruangan yang dapat membahayakan kesehatan tenaga kerja dan terjadinya penularan penyakit. Sehubungan dengan hal tersebut salah satu upaya menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif adalah dengan pengendalian terhadap faktor – faktor yang berbahaya bagi lingkungan kerja seperti kebisingan, pencahayaan, tekanan panas dan debu yang tidak sesuai dengan standar atau nilai ambang batas (NAB).untuk menanggulangi hal tersebut dapat dilakukan dengan penggunaan alat pelindung diri (APD).
PT. Kimia Farma merupakan perusahaan yang bergerak dibidang obat – obatan yang dibawah naungan BUMN. Dalam proses produksinya menggunakan mesin – mesin dan bahan – bahan kimia berbahaya, oleh sebab itu PT. Kimia Farma mengisolasi mesin-mesin yang ada di ruangan produksi dengan bahan khusus, menyediakan ruangan kontrol bagi pekerja yang dilengkapi AC serta melengkapi pekerja dengan APD yang sesuai. Namun sebagian pekerja masih kurang memahami pentingnya kegunaan APD, menurut observasi lapangan yang telah dilakukan dibagian formulasi II masih kurangnya kesadarn pekerja untuk menggunakan APD,terutama Masker.

1.2 Tujuan Umum
Tujuan umum dari praktek kerja lapangan ini untuk mengetahui gambaran kegiatan produksi yang berdampak terhadap lingkungan serta kesehatan dan keselamatan kerja.

1.3 Tujuan Khusus
• Mengetahui Alat pelindung diri (Masker) yang digunakan di bagian Pencetakan Tablet
• Mengetahui kesadaran pekerja dalam menggunakan Alat pelindung diri (Masker)
• Mengetahui proses kerja di Bagian Pengcetakan tablet
• Melihat gambaran para pekerja di Bagian Pencetakan tablet

1.4 Penumpulan Data
1.5Manfaat
1.5.1 Bagi Mahasiswa
a) Mendapatkan pengetahuan mengenai penggunaaan APD(Masker) di bagian Pencetakan tablet.
b) Mendapat pengalaman dalam mengembangkan pengetahuan akademik tentandg penggunaan APD(masker)yang didapat pada praktek kerja lapangan di bagian Pencetakan tablet
c) Mendapatkan pengalaman kerja dalam bidang penelitian terutama kegiatan penelitian, survey serta analisa data penggunaan APD(masker) di bagian Pencetakan tablet.
1.5.2 Bagi PT. Kimia Farma
a) Mendapatkan masukan mengenai masalah kesehatan lingkungan dan alternatif pemecahan masalah Penggunaan APD(masker) yang terdapat dibagian Pencetakan tablet di PT. Kimia Farma.
b) Terjalinnya kerja sama antara Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Jakarta II dengan PT. Kimia Farma untuk memajukan kegiatan sanitasi lingkungan khususnya K3 dalam penggunaan APD(masker)di industri.
c) Mengurangi tingkat kecelakaan kerja akibat penggunaan APD(masker) di industri PT. Kimia Farma

1.5.1 Bagi Pekerja Bagian Produksi PT. Kimia Farma
a) Dapat memberikan informasi kepada pekerja mengenai pentingnya penggunaan APD(khususnya masker) bagi para pekerja yang berada di ruangan yang tingkat bahaya udaranya tinggi.
b) Menumbuhkan kesadaran pekerja bagian ruang pencetakan tablet akan pentingnya penggunaan APD(masker) pada saat bekerja

BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN

2.1 Metodelogi Penelitian

2.1.1 Lokasi Penelitian
Lokasi dan waktu penelitian dilakukan di PT. Kimia Farma pada tanggal 7 januari – 4 februari 2008.

2.1.2 Pengawasan lingkungan fisik meliputi :
Observasi penggunaan APD Masker di bagian formulasi(khususnya pencetakan tablet)

2.1.2.1 Data Primer
Di dapat dari hasil observasi mengenai :
• wawancara dengan menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data dari aspek sosial. Yang meliputi pengetahuan, sikap, tindakan, usia, pendidikan, lama kerja.
2.1.2.2 Data Sekunder
1. Memperoleh data – data dari PT. Kimia Farma yang sesuai dengan kegiatan yang dilaksanakan.
2. Studi kepustakaan, yaitu dengan membaca beberapa literatur, buku bahan kuliah, artikel dan catatan lain guna mendapatkan teori – teori yang berkaitan dengan praktek kerja lapangan.

Bab II

TEORI

3.1 Alat Pelindung Diri

3.1.1 Pengertian Alat Pelindung Diri (APD)
Dalam suatu kegiatan industri, paparan dan resiko bahaya yang ada ditempat kerja tidak selalu dapat dihindari.Usaha usaha pencegahan terhadap kemungkinan penyakit akibat kerja dan kecelakaan akibat kerja senantiasa diupayakan.

Pemakaian alat pelindung diri (APD) merupakan cara terakhir untuk pengendalian sebelumnya yakni pengendalian secara teknik dan administratif mempunyai beberapa kendala, pilihan untuk melengkapi tenaga kerja dengan alat pelindung diri adalah suatu keharusan yang berfungsi mengisolasi tubuhpekerja terhadap keterpaparan bahan kimia berbahaya.

Adapun pengertian alat pelindung diri menurut A.M Sugeng Budianto, (2005) yang dimaksud alat pelindung diri adalah :
“Seperangkat alat yang digunakan tenaga kerja untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuhnya dari adanya potensi/bahaya /kecelakaan kerja”.

Sedangkan menurut Dr.Milos Nedved dan Dr. Soemanto, Imam Khasani yang dimaksud alat pelindung diri adalah :
“Alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseeorang dalam pekerjaan yang fungsinya mengisolasi tenaga kerja dari bahaya di tempat kerja”.

3.1.2 Pemeliharaaan dan Penyimpanan
Menurut A.M Sugeng Budianto dalam buku Bunga Rampai Hiperkes & Keselamatan kerja (2005) secara umum pemeliharaan APD dapat dilakukan antara lain dengan :
1. Mencuci dengan air sabun, kemudian dibilas dengan air secukupnya. Terutama untuk Helm, Kacamata, Ear plug, Sarung tangan kulit/kain/karet.
2. Menjemur dipanas matahari untuk menghilangkan bau, terutama pada Helm.
3. Mengganti filter/cartage nya, untuk Respirator.

Untuk menjaga daya guna dari APD, hendaknya disimpan khusus sehingga terhindar dari debu, kotoran, gas beracun dan gigitan serangga/binatang.

3.1.3 Kualitas dan Kuantitas Alat Pelindung Diri (APD)
Menurut A.M Sugeng Budianto dalam buku Bunga Rampai dan Hiperkes dan KK(2005) APD yang baik adalah dapat melindungi tenaga dari bahaya akibat kerja , Kecuali bila tidak digunakan dengan sempurna. Penggunaan yang tidak benar akan memberikan hal yang membahayakan bagi tenaga kerja.

Menurut Suma`mur (1996) alat-alat pelindung diri yang digunakan oleh pekerja harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

1. Enak dipakai
2. Tidak menggangu kerja
3. Memberikan perlindungan efektif terhadap jenis bahaya.

Bila dapat diterima oleh tenaga kerja, maka alat tersebut akan digunakan secara rutin oleh tenaga kerja dan dapat dipastikan mengurangi kecelakaan akibat kerja.

Alat pelindung diri yang diterima memiliki persyaratan sesuai dengan ukuran masing-masing tenaga kerja, sehingga alat yang diinvestasikan sesuai dengan jumlah tenaga kerja.

1.4.2 Alat Pelindung Diri
Menurut A.M Sugeng Budianto, (2005) adalah :
“Seperangkat alat yang digunakan tenaga kerja untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuhnya dari adanya potensi bahaya/kecelakaan kerja.

1.4.3 Standar Alat Pelindung Diri Pernapasan (Masker)
Menurut Suma`mur (1996) Alat pelindung diri yang digunakan oleh pekerja harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1. Enak dipakai
2. Tidak menggangu kerja
3. Memberikan perlindungan efektif terhadap jenis bahaya
Bila dapat diterima oleh tenaga kerja , maka alat tersebut akan digunakan secara rutin oleh tenaga kerja dan dapat dipastikan mengurangi kecelakaan akibat kerja.

Jenis-jenis APD menurut bagian-bagian tubuh yang dilindungi :

1. ALAT PELINDUNG KEPALA
Berdasarkan fungsinya dapat dibagi 3 bagian :
A. Topi Pengaman (Safety helmet),ntuk melindungi kepala dari benturan atau benda- benda
B. Topi atau Tudung, Untuk melindungi kepala dari Uap-uap, korosif, Debu, Kondisi iklim yang buruk
C. Tutup Kepala, Untuk menjaga kebersihan kepala dan rambut atau mencegah lilitan rambut daru mesin dan lain-lain

2. ALAT PELINDUNG TELINGA
Berdasarkan fungsinya ada 2 yaitu : : 1. Sumbat telinga (Ear plug)
2. Tutup telinga (Ear muff)

Sumbat telinga
Sumbat telinga yang baik adalah menahan frekuensi tertentu saja, sedangkan frekuensi untuk bicara biasanya (komunikasi) tak terganggu.
Tutup telinga
Alat ini dapat melindungi bagian luar (daun telinga) dan alat ini lebih efektif dari sumbat telinga, karena dapat mengurangi intensitas suara hingga 20 s/d 30 dB.

3. ALAT PELINDUNG MATA
Berdasarkan fungsinya ada 3 yaitu :
1. Spectacles, Berguna untuk melindungi mata dari partikel-partikel kecil, debu, dan radiasi gelombang elektromagnetik , kilatan cahaya atau menyilaukan (tingkat bahaya rendah)
2. Goggles, Digunakan unuk melindungi mata dari uap, gas, debu, dan percikan larutan kimia, dan untuk melindungi mata dari radiasi gelombang elektromagntik dan mengion.
3. Perisai muka, digunakan untuk melindungi mata atau muka yang dapat dipasang pada helm.

4 ALAT PELINDUNG PERNAFASAN
Berguna untuk melindungi pernafasan terhadap gas, uap, debu, atau udara yang terkontaminasi di tempat kerja yang dapat bersifat racun, korosif atau pun rangsangan

• Masker untuk melindungi debu,/partikel-partikel yang lebih besar yang masuk kedalam pernafasan, dapat terbuat dari kain atau bahan dengan ukuran pori-pori tertentu.
• Respirator, Berguna untuk melindungi pernafasan dari debu, kabut, uap, logam, asap, dan gas. Alat ini dibedakan menjadi 2 yaitu :

a. Respirator pemurni udara
Membersihkan udara dengan menyaring atau menyerap kontaminan dengan toksisitas rendah sebelum memasuki sistem pernafasan.
b.Respirator penyalur udara
Memberikan aliran udara yang tidak terkontaminasi secara terus menerus.

5. ALAT PELINDUNG TANGAN
Fungsinya adalah sebagai pelindung tangan dan jari-jari dari api, dingin, radiasi, elektromagnetik dan radiasi mengion, listrik, bahan kimia, benturan dan pukulan, luka dan lecet,dan infeksi.

Bentuk- bentuk Sarung Tangan :
• Sarung tangan (gloves)
• Mitten :Sarung tangan dengan ibu jari terpisah sedang jari lainya menjadi Satu
• Hand pad :.Melindungi telapak tangan
• Sleeve :Untuk pergelangan tangan sampai lengan, biasanya di gabung dengan sarung tangan

Bahannya bermacam-macam sesuai dengan Fungsinya :
– Asbes menggunakan Katun
– Panas dan Api menggunakan Wool
– Listrik menggunakan Kulit
– Kelembaban Air dan bahan Kimia menggunakan Karet
– Zat Kimia, Asam Kuat,, dan Oksidan menggunakan Poly Vinil Chloride

6. ALAT PELINDUNG KAKI
Fungsinya adalah melindungi kaki dari :
– Tertimpa benda-benda berat
– Terbakar karena logam cair atau bahan korosif
– Dermatitis/eksim karena Zat-zat kimia
– Kemungkinan tersandung atau tergelincir

Sepatu yang digunakan disesuaikan dengan jenis resiko, seperti :
a. Pada industri ringan / tempat kerja biasa :
– Cukup dengan memakai sepatu yang baik
– Wanita tidak boleh memakai sepatu bertumit tinggi atau dengan sepatu dengan telapak datardan licin

b. Sepatu pelindung (safety shoes)
– Dapat terbuat dari kulit, karet sintetik atau plastic
– Untuk melindungin jari-jari kaki terhadap tertimpa atau terbentur benda-benda keras, sepatu dilengkapi dengan penutup jari dari baja atau campuran baja atau karbon.,anti api (stabik) untuk antisipasi kebakaran ,untuk melindungi dari bahan kimia menggunakan karet sintesis.

7. PAKAIAN PELINDUNG
Berguna untuk menutupi seluruh atau sebagian dari percikan api, panas, suhu, dingin, cairan kimia, dan minyak. Bahan dapat terbuat dari kain drill, kulit, plastic, asbes, atau kain yang dilapisi alumunium. Bentuknya dapat berupa apron (menutupi sebagian tubuh yaitu mulai dada sampai lutut), celemek atau pakaian terusan dengan celana panjang dan lengan panjang.

8. SABUK PENGAMAN (SAFETY BELT)
Berguna untuk melindungi tubuh dari kemungkinan terjatuh, biasanya digunakan pada pekerjaan konstruksi dan memanjat tempat tinggi. Alat ini terdiri dari tali pengaman dan harus dapat menahan beban sebesar 80 kg.

(sumber Niken Diana Habsari buku Bunga Rampai & KK)

Kesadaran Pekerja Menggunakan APD
Menurut teori Lawrence Green (1980) , perilaku manusia yang berhubungan dengan kesehatan ditentukan atau terbentuk dari 3 faktor, yaitu :
1. Faktor-faktor Predisposisi (Predisposing factors), yang terwujud dalam pengetahuan , kepercayaan, sikap, keyakinan, nilai-nilai, dan sebagainya.
2. Faktor-faktor Pemungkin (Enabling factors), yang terwujud dalam lingkungan fisik , tersedia atau tidak tersedianya fasilitas atau sarana-sarana kesehatan , misalnya poliklinik, kotak P3k dan obat-obatan lainnya.
3. Faktor-faktor Penguat (Reinforcing factors), yang terwujud dalam sikap dan prilaku petugas kesehatan atau petugas lain, yang merupakan kelompok referensi dari perilaku masyarakat.

Penetahuan merupakan factor yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. Karena dari pengalaman yang didapatkan, tindakan yang didasari penetahuan akan lebih langgeng dibandingkan dengan yang dipaksakan. Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo dalam bukunya Pengantar pendidikan kesehatan Dan Prilaku Kesehatan, penetahuan yang dicakup dalam dominant kognitif mempunyai 6 tingkatan yaitu :
1. Tahu (know), diartikan sebagai mengingat suatu materi yang sudah dipelajari sebelumnya .
2. Memahami (comprehension), diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar.
3. Aplikasi (application), diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi dan kondisi sebenarnya (real).
4. Analisis (analysis),diartikan sebagai suatu kemmpuan untuk menjabarkan materi atau odjek kedalam komponen-komponen, tetapi masih ada kaitannya satu sama lain.
5. Sintesis (synthetis), diartikanb sebagai suatu kemampuan untuk meletakan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu keseluruhan yang baru.
6. Evaluasi (evaluation), merupakan kemampuan untuk melakukan penelitian terhadap suatu materi atau obyek.
Menurut Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo (2003), Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau obyek.
Sikap belum merupakan tindakan atau aktivitas, akan tetapi merupakan predosposisi tindakan suatu perilaku. Sikap masih merupakan reaksi tertutup, bukan merupakan reaksi terbuka atau tingkah laku yang terbuka. Sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap obyek dilingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap obyek.

Sikap ini terdiri dari berbagai tingkatan, yaitu :
1. Menerima (receving), diartikan bahwa orang (subyek) mau dan memperhatikan stimulus yang diperhatikan (obyek)
2. Merespon (responding), memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap.
3. Menghargai (valuing), mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan suatu masalah adalah suatu indikasi sikap tingkat tiga.
4. Bertanggung jawab (responsible), bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko adalah merupakan sikap yang paling tinggi
Observasi
Dari hasil pengamatan yang saya lakukan di bagian formulasi 2 (pencetakan tablet) bahwa tingkat kesadaran para pekerja masih kurang dalam menggunakan APD(masker).hal ini terlihat saat pekerja sedang melakukan aktivitasnya masing-masing masih ada yang tidak menggunakan APD(masker).setelah saya melakukan komunikasi terhadap pekerja dalam penggunaan APD(masker) dalam melakukan aktivitasnya masing-masing ternyata pada umumnya mereka masih kurang pengetahuan tentang APD(masker) yang merupakan Alat pelindung diri mereka sendiri agar terhindar dari bahaya akibat kerja.Sehingga dalam penggunaan APD(masker) di ruangan pencetakan tablet harus lebih diperhatikan oleh pihak K3 industri lebih serius lagi.karena di bagian ini menurut saya merupakan sumber polusi udara yang berkibat penyakit akibat kerja.

ALAT PELINDUNG DIRI PERNAPASAN (MASKER)

Menurut Dr.Milson Nedved dan Dr.Soemanto Imam Khasani (1991) dalam bukunya Dasar-dasar keselamatan Kerja Bidang Kimia dan Pengendalian Bahaya Besar bahwa, alat pelindung pernapasan berfungsi untuk melindungi pernafasan terhadap gas, uap, debu, atau udara yang terkontaminasi di tempat kerja yang dapat bersifat racun dan korosi ataupun rangsangan.

Ada dua macam alat perlindungan pernapasan yaitu :

Masker
Masker berfungsi untuk melindungi debu,/partikel-partikel yang lebih besar yang masuk kedalam pernafasan, dapat terbuka dari kain dengan ukuran pori-pori tertentu.
Menurut Drs. Daryanto (2003) ada empat macam jenis masker yaitu :

1. Masker penyaring debu
Masker ini berguna untuk melindungi pernafasan dari serbuk-serbuk logam, penggerindaan atau serbuk kasar lainya.

2. Masker berhidung
Masker ini dapat menyaring debu atau benda sampai ukuran 0,5 mikron, bila kita sulit bernafas waktu memakai alat ini maka hidungnya harus diganti karena filternya tersumbat oleh debu.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan masker ini adalah sebagai berikut :
a. Memesang masker ini harus menempel baik pada wajah. Untuk memeriksa ini tempelkan selembar kertas atau telapak tangan pada hidung. Bila masker terpasang aik pada wajah, maka kertas atau telapak tangan akan tertarik.
b. Karena hidungnya ada dua buah, maka dalam memasang jangan sampai terbalik.
c. Bersihkan masker setelah pemakaian dan lepaskan hidung-hidungnya.

3. Masker bertabung
Masker bertabung mempunyai filter yang baik daripada masker berhidung. Masker ini sangat tepat digunakan untuk melindungi pernafasan dari gas tertentu. Bermacam-macam tabungnya tertulis untuk macam-macam gas yang sesuai dengan jenis masker yang digunakan.

4. Masker kertas
Masker ini digunakan untuk menyerap partikel-pertikel berbahaya dari udara agar tidak masuk ke jalur pernafasan. Pada penggunaan masker kertas, udara disaring permukaan kertas yang berserat sehingga partikel-partikel halus yang terkandung dalam udara tidak masuk ke saluran pernafasan. Kelebihan dari masker kertas ini adalah :
a. Bahanya dari kertas yang lembut berwaran putih
b. Ukurannya sebesar lingkar mulut orang dewasa dan cara memakainya di ikat dengan tali karet ke bagian belakang kepala.

5. Masker plastik
Masker ini digunakan untuk menyerap partikel-partikel berbahaya dari udara agar tidak masuk jakur pernafasan.Ukuran masker ini sama dengan masker kertas.namun ada lubang-lubang kecil dipermukaannya untuk aliran udara, tetapi tidak bisa menyaring udara,fungsi penyaring udara terletak pada sebuah tabung kecil yang diletakan didekat rongga hidung. Di dalam tabung ini diisikan semacam obat yang berfungsi sebagai penawar racun.

Respirator
Respirator berfungsi untuk melindungi pernafasan dari debu, kabut, uap logam, asap dan gas. Menurut majalah hiperkes Departemen Tenaga Kerja RI, Alat ini dapat di bedakan atas :

1. Respirator Pembersih Udara

Respirator pembersih udara atau penapis udara melindungi saluran nafas terhadap cemaran udara berwujud partikel, yang bisa berupa debu, mist (Kabut), fume (Uap logam) dan Asap. Dari cara kerjanya respirator jenis ini bisa dibedakan menjadi respirator pasif (non power respirator) dan respirator aktif (powered respirator). Pada respirator tudung udara nafas pemakainnya yang mengendalikan fungsi respirator. Respirator ini dilengkapi dengan tudung muka atau tudung mulut dan penjepit hidung.sedang pada respirator aktif dilengkapi dengan peniup (Blower), menempel (Stationary). Selain peniup blower respirator ini dilengkapi pula denagn tudung muka, helmet, kerudung (hood), setelan (suit).

2. Respirator Pensupali Udara

Respirator jenis ini dilengkapi dengan peralatan Untuk mensuplai udara (bebas kontaminan) kedalam ruang tudung, yang dapat dibagi dalam tiga macam yaitu :

a. Tudung selang karet (hose) dengan peniup (blower)
Disini udara disuplaikan dengan menggunakan motor penggerak atau peniup (blower) yang dijalankan dengan tangan. Pemakainnya dapat menghirup nafas secara kontinu melalui selang karet bila peniupnya rusak. Panjang diperbolehkan sampai 300 kaki (91 meter).

b. Tudung selang karet tanpa katup
Pada alat ini pemakainnya menggunakan tenaga untuk menarik udara melalui selang karet.Selang karet tertanam dan pas dengan corong dengan saringan sangat halus untuk mencegah masuknya partikel kasar Panjang selang karetnya diperbolehkan sampai 75 kaki (23 meter).

c. Respirator Alur Udara (air line respirator)
Disebut juga sebagai respirator pensuplai udara tipe C, respirator ini digunakan pada keadaan dimana kadar cemaran udara tidak langsung membahayakan nyawa atau kesehatan. Respirator pensuplai udara terdiri dari setengah tudung muka , tudung muka penuh, kerudung, dan helmet kedalam mana menggunakan komperesor atau cylinder berisi udara termampatkan udara yang diperlukan untuk bernafas yang dimasukkan melalui selang berdiameter kecil.Panjang selang karetnya diperbolehkan sampai 300 kaki (91 meter)

3. Respirator Dengan Supali Oksigen (Self Contained Breathing Apparatus)

SCBA merupakan respirator pensuplai udara, oksigen atau bahan pembentuk oksigen yang dibawa oleh pemakainya. Umunya dilengkapi dengan tudung muka penuh, tetapi adapula yang dilengkapi perempat tudung, helmet, kerudung, atau corong mulut dan penjepit hidung. SCBA ada dua macam yaitu jenis tertutup dan terbuka.

a. Rangkaian tertutup atau sirkulasi ulang :
Respirator ini hanya memberikan oksigen pada pemakainya, dengan tekanan negatif atau positif.

b. Rangkaian terbuka (open circuit SCBA)
Respirator ini merupakan respirator yang memberikan oksigen kepada pemakainya dengan menggunakan udara (oksigen) termampatkan , atau udara (oksigen) cair. Rangkaian terbuka ini ada dua tipe, yaitu :

1. Tipe Kebutuhan (demand type), yang dilengkapi dengan penjepit hidung. Katub kebutuhan memungkinkan oksigen atau udara mengalir hanya dalam inhalasi (menghirup nafas). Udara ekhalasi masuk ke udara atmosfir melalui katub pada tudung muka.
2. Tipe Kebutuhan Tekanan , Dilengkapi dengan tudung muka saja. Tekanan positif dipertahankan dalam tudung muka.

Pemilihan Alat Pelindung Pernafasan

Menurut Dr. Milos Nedved dan Dr. Soemanto Imam Khasani (1991) dalam bukunya Dasar-dasar keselamatan kerja Bidang Kimia dan Pengendalian Bahaya Besar bahwa, sebelum memilih alat pelindung pernafasan yang sesuai, beberapa faktor yang harus dipertimbangkan :

1. Sifat bahayanya (partikulat., gas, uap dan lain-lain)
2. Cukupnya tanda-tanda adanya zat pencemar
3. Kadar zat pencemar
4. Kegawatan Bahaya (akibat bila alat pernafasan tidak berfungsi)
5. Lamanya (panjangnya waktu dalam lingkungan tercemar)
6. Lokasi (sehubungan dengan sumber udara segar)
7. Jalan (keadaan dari tempat yang tercemar)
8. Aktivitas pemakai yang diperkirakan (kekuatan fisiknya)
9. Mobilitas pemakainya
10. Pasnya pada muka dari kenyamanan

Kuisioner Pada Pekerja Tentang Alat Pelindung Diri
Di PT KIMIA FARMA
Kawasan Industri Pulogadung
Tahun 2008

A. Data Umum :

Nama : (Boleh tidak diisi)

Umur :

Jenis Kelamin :

Tingkat Pendidikan : a. SD b. SLTP
c. SLTA d. Perguruan Tinggi

Lama Bekerja :

B. Data Khusus :

PENGETAHUAN
1. Menurut Anda , Apakah pengertian alat pelindung diri ?
b. Alat yang dipakai untuk melindungi pekerja dari bahaya dan penyakit akibat kerja
c. Alat yang dipakai untuk mempermudah dalam bekerja
d. Alat yang dipakai untuk aksesoris dalam bekerja
2. Menurut anda, Bagaimana cirri – ciri alat pelindung diri yang baik ?
a. alat pelindung diri yang bagus dan menarik
b. alat pelindung diri yang mahal
c. alat pelindung diri yang dapat melindungi pekerja, nyaman, tidak mengganggu gerak dan tidak tidak digunakan secara bergantian
3. Menurut anda, Akibat apakah yang akan ditimbulkan bila saat bekerja tidak menggunakan alat pelindung diri ?
a. Pekerjaan tidak dapat dilaksakan dengan baik
b. Tidak berakibat apa-apa
c. Dapat menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja
4. Menurut anda, Kapan waktu yang tepat menggunakan alat pelindung diri ?
a. Sebelum memasuki ruangan kerja dan sebelum memulai bekerja
b. Sesudah berada di ruangan kerja dan sebelum memulai pekerjaan
c. Sebelum mulai kerja
5. Menurut anda, Apa saja jenis alat pelindung diri pernapasan ?
a. Respirator dan Masker
b. Masker dan Ear plug
c. Ear muff dan Ear plug
6. Menurut anda, Apa saja alat pelindung diri telinga ?
a. Respirator dan Masker
b. Masker dan Ear plug
c. Ear muff dan Ear plug

7. Menurut anda, Apa alat pelindung diri apakah yang digunakan untuk melindungi kepala ?
a. Helm / Topi
b. Masker dan Respirator
c. Ear muff dan Ear plug

SIKAP
1. Apakah anda selalu menggunakan alat pelindung diri saat bekerja ?
a. Iya b. Kadang-kadang c. Tidak
2. Apa yang menjadi alasan anda untuk menggunakan alat pelindung diri pada saat bekerja ?
a. Takut pada pengawasan
b. Untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja
c. Ikut-ikutan
3. Menurut anda, Apabila perusahaan membuat peraturan yang mewajibkan setiap pekerja menggunakan alat pelindung diri ?
a. Setuju
b. Kurang setuju
c.Tidak setuju
4. Bagaimanakah sikap anda,Jika menggunakan alat pelindung diri secara bergantian ?
a. Tetap menggunakan
b. Meminta perusahaan agar menyediakan alat pelindung diri sesuai jumlah pekerja
c. Dibiarkan saja
5. Menurut anda, Bagaimana jika perusahaan memberikan sanksi pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri ?
a.Setuju b. Kurang setuju c. Tidak setuju
6. Menurut anda, Bagaiman jika perusahaan melakukan pengawasan terhadap penggunaan alat pelindung diri ?
a.Setuju b. Kurang setuju c. Tidak setuju
7. Menurut anda, Bagaimana jika ada pekerja yang tidak menggunakan alay pelindung diri ?
a.Setuju b. Kurang setuju c. Tidak setuju

KUALITAS DAN KUANTITAS ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
1. Bagaimana kondisi alat pelindung diri yang dipakai saat ini?
a. Ukurannya tidak sesuai
b. Ukurannya sesuai dan dapat melindungi pekerja dari bahaya akibat kerja
c. Menganggu pekerjaan
2. Menurut anda, Apakah alat pelindung diri yang digunakan dapat memberikan perlindungan terhadap bahay di tempat kerja ?
a. Iya b.Kadang-kadang c. Tidak
3. Apakah anda tidak merasa nyaman menggunakan alat pelindung diri pada saat bekerja ?
a. Iya b.Kadang-kadang c. Tidak
4. Apakah alat pelindung diri yang dipakai mudah rusak ?
a. Iya b. Ragu-ragu c. Tidak
5. Apakah alat pelindung diri tidak menganggu gerak saat bekerja ?
a. Iya b. Kadang-kadang c. Tidak
6. Menurut anda, Apakah perusahaan menyediakan alat pelindung diri sesuai dengan jumlah pekerja ?
a. Iya b. Ragu-ragu c. Tidak
7. Menurut anda, Apakah perusahaan mengganti alat pelindung diri jika terjadi kerusakan ?
a. Iya b. Ragu-ragu c. Tidak

KEBIJAKAN PERUSAHAAN
1. Sebelum anda bekerja di perusahaan ini apakah anda diperiksa terlebih dahulu kesehatannya ?
a. Iya b. Ragu-ragu c. Tidak
2. Apakah pihak perusahaan selalu mengadakan penyuluhan mengenai pentingnya penggunaan alat pelindung diri ?
a. Iya b. Ragu-ragu c. Tidak
3. Apakah ada peraturan secara tertulis mengenai penggunaan alat pelindung diri pada pekerja ?
a. Iya b. Ragu-ragu c. Tidak
4. Apakah ada slogan / pamflet mengenai pentingnya menggunakan alat pelindung diri ?
a. Iya b. Ragu-ragu c. Tidak
5. Apakah ada sanksi terhadap pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri ?
a. Iya b. Kadang-kadang c. Tidak
6. Apakah perusahaan (bagian K3) selalu memberikan penyuluhan tentang alat pelindung diri sebelum pekerja memulai pekerjaannya ?
a. Iya b. Kadanmg-kadang c. Tidak
7. Apakah perusahaan (bagian K3) memberikan pengarahan mengenai cara pemakaian alat pelindung diri dan fungsi penggunaannya ?
a. Iya b. Kadang-kadang c. Tidak

BAB IV
HASIL

Table Pengetahuan
Kategori Jumlah %
Baik 10 100
Cukup 0 0
Kurang 0 0
Jumlah 10 100
Sumber : Terolah tahun 2008
Dari hasil wawancara dengan menggunakan kuisioner tingkat pengetahuan pekerja tentang penggunaan APD di bagian pencetakan tablet, Didapatkan hasil bahwa pengetahuan pekerja mengenai APD sudah Baik dengan persentase 100%.

Table Sikap
Kategori Jumlah %
Baik 10 100
Cukup 0 0
Kurang 0 0
Jumlah 10 100
Sumber : Terolah tahun 2008
Dari hasil wawancara dengan menggunakan kuisioner tingkat sikap pekerja tentang penggunaan APD di bagian pencetakan tablet, Didapatkan hasil bahwa sikap pekerja mengenai APD sudah baik dengan persentase 100%

Table Kualitas dan Kuantitas APD
Kategori Jumlah %
Baik 10 100
Cukup 0 0
Kurang 0 0
Jumlah 100 100
Sumber : terolah tahun 2008
Dari hasil wawancara dengan menggunakan kuisioner tingkat kualitas dan kuantitas pekerja tentang penggunaan APD di bagian pencetakan tablet, Didapatkan hasil bahwa kualitas dan kuantitas APD pekerja sudah baik dengan persentase 100%

Table Kebijakan Perusahaan
Kategori Jumlah %
Baik 9 90
Cukup 1 10
Kurang 0 0
Jumlah 10 100
Sumber : Terolah tahun 2008
Dari hasil wawancara dengan menggunakan kuisioner bahwa kebijakan perusahaan mengenai penggunaan APD pada pekerja di bagian pencetakan tablet, Didapatkan hasil bahwa kebijakan perusahaan mengenai penggunaan APD pekerja sudah baik dengan persentase 90%

Rumus :

Kategori Range
Baik 15-21
Cukup 8-14
Kurang 0-7

Kategori : Baik akan dapat diperoleh apabila memiliki skor 15-21
Cukup akan dapat diperoleh apabila memiliki skor 8-14
Kurang akan dapat diperoleh apabila memiliki skor 0-7

About these ads