About these ads

WADI FATMAH

Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Terhadap Minyak Curah Di RT 04 RW 05 Desa Batusari Kecamatan Batuceper Tangerang

V Bab, 64 halaman, 24 tabel,

Minyak goreng sawit yang dikenal dengan istilah minyak goreng curah umumnya hanya menggunakan satu kali proses fraksinasi (pemisahan), sehingga masih mengandung fraksi padat stearin yang relatif lebih banyak dari minyak goreng bermerek yang menggunakan dua kali proses fraksinasi (pemisahan). 

Minyak goreng mempunyai fungsi sebagai media pengantar panas, penambah rasa gurih serta penambah nilai gizi dan kalori pada bahan pangan yang digoreng   ( Winarno, 1992 ).

            Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan tindakan Ibu rumah tangga terhadap pemakaian minyak curah di Rt 04 Rw 05 Desa Batusari Tangerang. Data yang diperoleh yaitu dengan teknik wawancara dan observasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan April dan Juli tahun 2007. Ditinjau dari segi waktu dan sifat maka penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dan deskriptif analitik. Responden penelitian ini adalah 80 Ibu rumah tangga.

Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa 61 (76.25%) responden memiliki pengetahuan yang baik tentang minyak goreng, responden yang memiliki sikap baik  yaitu 42 (52.5 %), dan segian besar responden memilki tindakan yang kuarng baik terhadap minyak curah yaitu 52 responden (65.0 %).

Dari analisa bivariat maka responden yang memiliki pengetahuan baik, sebagian besar memiliki tindakan kurang baik terhadap minyak curah (65.6 %), responden dengan sikap sebagian besar memiliki tindakan kurang baik (71.2 %), responden yang berusia 40-49 sebagian besar memiliki tindakan kurang baik (85.7 %), responden yang bekerja sebagai wirausaha sebagian besar memiliki tindakan kurang baik (65.2%), responden yang berpendidikan SMP sebagian besar memiliki tindakan kurang baik (76.2%), dan responden yang memiliki pendapatan perbulan Rp. 1.500.000-2.499.999 sebagian besar memilki tindakan kurang baik terhadap minyak curah (75 %).

            Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kategori reponden yang meliputi umur, pendidikan, pekerjaan, pendapatan keluarga perbulan, pengetahuan, serta sikap yang baik memiliki kecenderungan pada tindakan yang kurang baik terhadap pemakaian minyak curah. Hal ini dapat disebabkan karena beberapa faktor yaitu ekonomi, ketersediaan pangan, dan kebudayaan masyarakat itu sendiri. Hal tersebut dapat diatasi dengan peningkatan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan petugas kesehatan mengenai jenis, cara pemakaian dan penyimpanan minyak goreng yang baik.


25 Juli 2007

About these ads