Home » Pertanahan » Pertanyaan Masalah Pertanahan (Proses Sertipikasi Tanah Bekas Adat / Girik)

Berikut ini ada sebuah pertanyaan menarik yang saya dapatkan :

Apakah untuk proses Sertifikasi hak atas tanah yang berasal dari Hak Milik Adat / Girik cukup dengan:

  1. Asli girik,
  2. Surat keterangan riwayat tanah,
  3. Surat keterangan tidak sengketa dan
  4. Hasil plotting,

Jika girik blm terdaftar atas nama pemilik terakhir, hanya AJB sbg bukti peralihannya, apakah bisa di terima atau hrs di catatkan dulu nama pemilik terakhir sesuai dengan urutan peralihannya?

sering kasus- kasus pertanahan yang terjadi d Indonesia terjadi karena ketidakjelasan pemahaman SOP yang ada di lembaga Pertanahan kita, padahal semua proses sudah ada SOP (walau semula bersifat nasional namun ada nuansa lokal), maka sangat tergantung masing2 Kepala yang mengurusi masalah pertanahan di sebuah kantor Pertanahan (Kepala Kantor, Kasi, Kasubsi, ataupun staf pengolah) lihat Perkaban BPN RI  yang mengatur SOP tersebut.

Khusus permasalah di sini: AJB & Girik? Ada kata kunci bersumber PP 24/97 jo Permenagraria/KBPN 3/97 bahwa disebutkan bahwa klausul “menurut keyakinan Kepala Kantor”, Jadi Menurut Hemat saya sebaiknya  di Konsultasikan ke Kakan (Kepala Kantor) agar bersandar pada Keputusan yang dibuat sebagai perpanjangan Pemegang Hak Pertanahan dari presiden: dg dasar AJB mestinya menjadi jembatan acc meskipun girik masih a/n si empunya lama.

Sebaiknya juga ke depan ada kejelasan dari lembaga BPN agar warga & Kantah jelas: apa pun harus didasari oleh itikad baik. Di pihak lain, Buku C merupakan catatan pertanahan oleh desa/kel yg pengeluaran keterangan atasnya digunakan “Kutipan Buku C”, di samping Buku lain di desa/kel seperti pethuk D dst dsb dll.

Nah, untuk di luar jawa  Masalah Adat untuk persetipikatan tanah adat kan beda lagi? Ada SKT, SK HUAT, SJGR dst dsb dll etc wah… pokoknya urusan pertanahan masih terlanjur ribet deh kalo menurut saya, atau memang sengaja dibuat begtu agar makin begtu?

Ayo kita rapikan kelembagaan ini kita masing-masing  punya Kesempatan & Kewenangan

tulisan ini dibuat sekadar berbagi ide demi kebaikan ke depan. Bravo, Pertanahan Indonesia !