About these ads

Sebuah Resume Strategi Pengembangan Kapasitas SDM melalui Knowledge Management (Sarman P.Sagala, SE)

Penerapan Knowledge Management (KM) atau manajemen pengetahuan dan peningkatan kapasitas SDM melalu ilmu manajemen terapan telah berkembang pesat hal ini terjadi karena KM adalah kegiatan yang mengkaitkan antara belajar, perubahan dan inovasi. Dan menjadi upaya pengembangan SDM dan knowledge sharing (berbagi pengetahuan). Mengelola sebuah knowledge adalah tentang bagaimana sebuah organisasi mengelola karyawan atau mereka bukan tentang berapa Iama mereka menghabiskan waktu untuk melakukan aktivitas organisasional. Ini artinya bahwa KM adalah bagaimana orang-orang dari berbagai tempat yang berbeda mulai saling berbicara, yang sekarang populer dengan label learning organization.

Selain itu KM juga berusaha untuk melihat celah untuk mengakomodasi seluruh elemen penting dalam peningkatan organisasi, hal ini menyebabkan bahwa KM perlu mengakomodir proses-proses belajar organisasional yang nantinya akan mengarah pada budaya inovatif di dalam organisasi itu sendiri. KM sendiri pada akhirnya berusaha untuk menjadi lebih spesifik, yakni mengarah yakni mengarah pada bidang ilmu SDM (Sumber Daya Manusia) di mana pengetahuan ini berusaha menelaah bagaimana manusia berkembang, dikelola untuk keperluan organisasi.

Namun ada hambatan-hambatan yang sering terjadi KM dan Tehnologi Informasi yang digunakan untuk memudahkan pengelolaan organisasi ini seringkali jalan sendiri-sendiri sehingga tidak dapat berrsinergi dengan baik. Sehingga, pada akhirnya ada upaya untuk mempertemukan kembali kedua bidang ini, yaitu dengan mengkaitkan antara aktivitas dan belajar. Hal ini mengakibatkan KM dan teknologi yang dikelola oleh orang-orang TI tidak terpisahkan sehingga memacu individu untuk lebih memikirkan bagaimana mengaitkan antara perubahan, belajar, inovasi dan teknologi.

Dalam KM dikenal prinsip-prinsip yang disebut tacit dan eksplisit. Kedua ha1 ini menjadi penting dalam memahami konsep KM. Prinsip tersebut adalah:

  • Pengetahuan Tersembunyi/Tacit Knowledge: adalah pengetahuan yang bersifat tak terlihat, tak bisa diraba kecuali disampaikan (eksplisit).
  • Tacit yang ada di dalam masing-masing individu, pribadi-pribadi, bersifat unik, tidak tertulis, tapi diketahui. Tacit yang ada di dalam sekelompok individu. Yaitu pengetahuan yang dimiliki bersama oleh sekelompok orang, namun sifatnya masih tidak terlihat dan ada di dalam pikiran kelompok itu.

Selain itu kita juga harus memahami bagaimana sebuah KM dapt berjalan dengan baik, sehingga potensi-potensi yang ada dalam sebuah organisasi dapat terekplore dengan baik. Knowledge yang ada diperusahaan tersimpan dibeberapa unsur yaitu 42% dipikiran (otak) karyawan; 26% dokumen kertas; 20% dokumen elektronik; dan 12% knowledge base elektronik. Dari unsur yang dikemukan tersebut dapat diketahui bahwa pengetahuan yang dimiliki oleh organisasi terletak di karyawannya hal ini mengakibatkan bahwa karyawan harus sering berinteraksi antara sesama karyawan sehingga informasi dapat berkembang dan dapat menjadikan sebuah organisasi dan yang terpenting adalah karyawan/ orang-orang yang terdapat dalam sebauah organisasi dapat merasaka bahwa mereka adalah bagian dari organisasi tersebut. Dan adanya komunikasi ini dapat diterjemahkan oleh seorang pemimpin yang membawa informasi-informasi yang ada yang belum terekspos secara formal sehingga informasi tersebut dapat menjadi formal melalui sebuah organisasi. Oleh karena itulah dalam KM ini peran serta Pemimpin amatlah penting untuk menjembatani informasi yang ada.

Telepas dari seorang pemimpin ada hal-hal yang sangat mempengaruhi berhasil tidaknya KM yaitu penerapannya tidak hanya terfokus pada pengetahuan-pengetahuan baru, tetapi juga mendaur-ulang pengetahuan yang sudah ada. Juga harus dicermati bahwa teknologi informasi belum sepenuhnya bisa menggantikan fungsi-fungsi jaringan sosial antar anggota organisasi. Selain itu kebanyakan organisasi tidak pernah tahu apa yang sesungguhnya mereka ketahui, sehingga banyak pengetahuan penting yang harus ditemukan lewat upaya-upaya khusus, padahal pengetahuan itu sudah dimiliki sebuah organisasi sejak lama.

Ada beberapa alasan yang mendasari pemikiran pentingnya KM diterapkan pada era sekarang yaitu adanya terpaan globalisasi, di mana memberikan konsekuensi atas berkembangnya kompetisi pasar,penurunan angkatan kerja berkualitas, waktu yang semakin terbatas, serta faktor-faktor perubahan yang datangnya dari luar. Mau tidak mau organisasi harus berusaha seoptimal mungkin untuk mengembangkan kapasitas SDM yang dimiliki semaksimal mungkin, dengan adanya pengembangan kapasitas ini budaya kerja yang ada dapat dirubah walaupun di Indonesia terdiri dari beragam budaya kerja. Namun dengan adanya KM ini dan dengan sistem informasi manajemen yang banyak dimiliki oleh organisasi akan membawa keberlajutan organisasi tersebut kearah yang lebih bagus, hal ini karena KM yang ada bertujuan untuk merubah SDM, Proyek, Strategi, Proses dan teknologi yang ada disebuah Organisasi Kearah yang lebih baik yang sesuai dengan Visi dan Misi Organisasi tersebut.

About these ads