About these ads

Sumber Artikel

Wallace N. Davidson III, Pornsit Jiraporn and Peter DaDalt,. 2004. Causes and Consequences of Audit Shopping: An Analysis of Auditor Opinions, Earnings Management, and Auditor Changes Quarterly Journal of Business and Economics Vol. 45, No. 1/2 (Winter – Spring, 2006), pp. 69-87.

 Ringkasan Artikel.

Artikel yang direview ini berjudul Causes and Consequences of Audit Shoping : An Analysis of Auditor Opinions, Earnings Management, and Auditor Changes ditulis oleh Wallace N. Davidson III, Pornsit Jiraporn dan Peter DaDalt. Artikel ini merupakan kelanjutan dari beberapa penelitian sebelumnya yang sudah dilakukan oleh DeFond & Subramanyam (1998) yang membahas bagaimana manajemen laba mempengaruhi perubahan auditor hasil penelitian DeFond & Subramanyam menunjukkan bahwa “akrual diskresioner” secara signifikan mengalami penurunan pendapatan selama tahun lalu dengan menggunakan auditor pendahulu dan, setelah mengendalikan kesulitan keuangan, umumnya tidak signifikan selama tahun pertama dengan menggunakan auditor baru, hasil penelitian ini kemudian diperluas oleh Wallace,dkk dengan melakukan perubahan beberapa hal penting yaitu apakah manajemen laba dan perubahan auditor mempengaruhi prioritas opini audit sebelumnya.

Penelitian ini bertujuan untuk menanyakan ulang pertanyakan yang telah ditanyakan pada penelitian DeFond & Subramanyam, hal ini membuat permasalahan yang dihadapi sama dengan penelitian tersebut

Teori / Konsep yang digunakan.

Konsep utama yang digunakan oleh Wallace,dkk dalam artikelnya ini adalah manajemen laba yang dilakukan oleh perusahaan setelah melakukan perubahan terhadap auditornya, dimana setelah perusahaan mendapatkan opini dari Auditor yang termasuk dala auditor 6 Besar, maka perusahaan akan cenderung untuk melakukan perubahan ke auditor yang kualitasnya lebih redah guna memaksimalkan manajemen laba. Untuk menjelaskan konsep yang digunakan ini artikel ini merujuk ke beberapa penelitian sebelumnya yaitu :

Motif Untuk Perubahan Auditor, Alasan yang digunakan perusahaan untuk melakukan perubahan terhadap auditornya keinginan dari manajemen untuk meningkatkan operasi perusahaan, namun secara tersirat maksud peningkatan operasi dengan melakukan perubahan auditor dapat meningkatkan kinerja karena akan mengurangi biaya atau meningkatkan citra perusahaan, kekayaan pemegang saham juga dapat ditingkatkan. Sehingga, tim manajemen tidak diganti dengan tim lainnya, Williams (1988) dan Beattie dan Fearnley (1995)

Perubahan Auditor dan Opini Audit, Penelitian Chow dan Rice (1982) dan Smith (1986) tidak menemukan perbedaan pendapat antara audit pendahulu dan auditor penerus penelitian yang berbeda juga menemukan bahwa perusahaan yang melakukan perubahan auditor, opini audit mendapatkan hasil sama oleh kedua auditor baik itu auditor pendahulu dan auditor penerus Krishnan dan Stephens (1995). Kecendrungan perubahan auditor yang dilakukan oleh responden penelitian ini akan merubah auditornya setelah mendapatkan kemajuan dalam opini audit.

Belanja Audit dan Manajemen Laba, Beberapa perusahaan kemungkinan mengubah angaran auditnya dengan melakukan perubahan auditor untuk opini-opini audit yang lebih baik atau lebih ringan, Bukti bahwa perubahan auditor terjadi lebih sering mengikuti opini yang berkualitas dikemukakan dalam peneitian Chow dan Rice (1982), Smith (1986) dan Geiger, Raghunandan dan Rama (1996). Ini berarti perusahaan mencoba untuk meningkatkan citra mereka sendiri dengan melakukan perubahan auditor. Pergantian ini mungkin agar perusahaan mendapatkan auditor yang lebih lunak setelah pendapat wajar (DeAngelo, 1981; dan Chow dan Rice, 1982). Dan juga perusahaan yang memiliki perselisihan dengan auditor tampaknya lebih cenderung untuk memilih kualitas auditor yang lebih rendah lebih sering daripada ketika belum ada perselisihan (Whisenant dan Sankaraguruswamy 2000b, 2000D)

Kualitas Audit dan Manajemen Laba, Untuk membedakan antara audit yang memiliki kualitas tinggi dan kualitas rendah, DeAngelo (1981) berpendapat bahwa perusahaan audit yang berkualitas memiliki insentif yang lebih besar untuk membuataporan Keuangan, selain itu bukti empiris juga mendukung kategorisasi ini kualitas audit ini, sedangkan untuk ukuran auditor muncul di bahas dalam penelitian Teoh dan Wong (1993), St. Pierre dan Anderson (1984), DeFond dan Jiambalvo (1991), DeFond dan Jiambalvo, 1993, dan Aharony dkk. (1993)

Becker dkk (1998) menemukan kualitas audit (diukur dengan Auditor Big Six versus Auditor bukan Big Six) juga terkait dengan manajemen laba. Mereka melaporkan bahwa terdapat akrual diskresioner yang lebih besar untuk klien Auditor bukan Big Six daripada klien dari Auditor Big Six. Oleh karena itu, manajemen laba tampaknya terjadi manajemen laba yang lebih sering untuk perusahaan yang menggunakan auditor bukan Big Six.

Metode Penelitian

Dalam rangka mendapatkan data dalam penelitiannya, Wallace,dkk memulai penelitiannya dengan menggunakan data dari Compustat (Database keuangan yang berisikan informasi statistik dan pasar pada perusahaan-perusahaan global aktif dan tidak aktif di seluruh dunia. Layanan dimulai pada tahun 1962) data yang diambil dari database ini adalah data tahun 1993-1997 dari prosedur pemilihan yang dilakukan sampel dalam penelitian ini sebanyak 1330 perubahan auditor, sampel ini dibagi pada dua kategori yaitu “besar” untuk kantor akuntan Big Six. Kami mendefinisikan “kecil” kantor akuntan bukan Big Six.

Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu Wallace,dkk mengemukakan hipotesis yang diduga dalam penelitian ini, yaitu :

H1   :    Perusahaan yang beralih auditor setelah mendapatkan perubahan opini lebih cenderung memilih auditor Bukan Big Six.

H2   :    Manajemen laba akan meningkat mengikuti perubahan auditor.

H3   :    Perusahaan yang melakukan perubahan auditor lebih cenderung untuk terlibat dalam laba manajemen setelah perubahan auditor jika auditor baru perusahaan adalah perusahaan audit bukan Big Six.

H4   :    Ketika perusahaan memilih auditor bukan Big Six dalam perubahan auditor, manajemen laba akan lebih mungkin ketika perusahaan telah menerima sebuah opini audit yang lebih baik dari auditor sebelum nya

Dengan mengunakan model modifikasi yang dikembangkan oleh Dechow, Sloan, dan Sweeney (1995) Wallace,dkk melakukan regresi terhadap variabel-variabel Perubahan Auditor, Opini Audit, Belanja Audit Kualitas Audit dan Manajemen Laba

Hasil Penelitian

Dari bagian-bagian hipotesis yang sudah Wallace,dkk melakukan regresi terhadap variabel-variabel dan memperoleh hasil yang secara umum mengindikasikan bahwa, rata-rata pendapatan manajemen tidak meningkatkan akibat perubahan auditor. Namun, Wallace,dkk juga menemukan bahwa tingkat manajemen laba lebih besar bagi perusahaan yang beralih dari Big Six ke non-Big Six auditor setelah penerimaan opini audit modifikasi dari auditor asli mereka. Secara lebih detail hasil-hasil pada masing-masing regresi akan dijelaskan berikut ini :

Regresi pertama Untuk perusahaan kecil menggunakan auditor, ketika ada opini audit modifikasi, perusahaan lebih cenderung untuk beralih ke auditor lain yang lebih kecil daripada Big Six auditor, sedangkan perusahaan yang lebih besar lebih cenderung beralih ke perusahaan audit besar. Hasil regresi kedua menunjukan Perusahaan dengan akrual diskresioner yang lebih besar di saat tahun t-1 lebih cenderung beralih ke auditor besar ketika melakukan perubahan auditor. Hasil ketiga menggambarkan bahwa perusahaan yang melakukan manajemen laba melakukan perubahan auditor dimulai dari kantor audit Big Six ke kantor audit non Big Six Regresi keempat menyajikan bahwa perusahaan perusahan dengan opini-opini audit wajar tanpa pengecualian lebih mungkin untuk beralih dari Big Six ke perusahaan audit yang lebih kecil

Dalam semua regresi yang dilakukan terkait dengan pilihan kantor audit besar dan kecil auditor, hasil menunjukkan bahwa perusahaan besar yang jauh lebih cenderung memilih auditor Big Six daripada perusahaan kecil, sehingga hasil dari hipotesis yang telah dikemukakan adalah sebagai berikut :

H1   :    Perusahaan yang beralih auditor setelah mendapatkan perubahan opini lebih cenderung memilih auditor Bukan Big Six. (Hasil regresi mendukung)

H2   :    Manajemen laba akan meningkat mengikuti perubahan auditor. (Hasil regresi tidak mendukung)

H3   :    Perusahaan yang melakukan perubahan auditor lebih cenderung untuk terlibat dalam laba manajemen setelah perubahan auditor jika auditor baru perusahaan adalah perusahaan audit bukan Big Six. (Hasil regresi tidak mendukung)

H4   :    Ketika perusahaan memilih auditor bukan Big Six dalam perubahan auditor, manajemen laba akan lebih mungkin ketika perusahaan telah menerima sebuah opini audit yang lebih baik dari auditor sebelum nya (Hasil regresi mendukung)

 

About these ads