About these ads

Apakah Sertipikat Tanah yang saya pegang ini Palsu atau Asli? Bagaimana Cara Mengetahuinya?

Ini adalah pertanyaan yang sering muncul dikalangan awam, terutama bagi yang hendak melakukan jual beli tanah, mungkin salah satu yang perlu dikuatirkan adalah keaslian sertipikat tanah yang akan saya beli asli atau tidak (alias Palsu) beberapa tips dari saya agar pembeli tanah tidak tertipu dalam melakukan jual beli tanah dengan membeli sertipikat bodong adalah sebagai berikut :

  1. Pengecekan Fisik Tanah

Hal pertama yang harus anda lakukan untuk memastikan sertipikat tanah tersebut palsu atau tidak adala dengan langsung melakukan pengecekan langsung ke lokasi tanah yang akan dibeli, perhatikan batas / patok disetiap sisi tanah apaka terpasang atau tidak, hal ini juga untuk memastikan bahwa tanah yang akan dibeli tidak ada pihak lain yang menguasai secara fisik tanah, permasalahan yang sering terjadi sertipikat dipegang pemilik sah, namun fisiknya dikuasai oleh orang lain, misalnya warung kelontongan, petani, dibuat lapangan olahraga, karena jarang diurus pemilik tanahnya ini, pastikan sebelum membayar, anda harus musyawarah dulu dengan penjual bahwa dialah nanti yang bertanggung jawab pengosongan tanah tersebut dari yang tidak berhak, kalau anda yang mengosongkan anda akan susah dan ribet deh. Malahan yang ada anda akan Capek Duit, Capek Hati dan Capek Pikiran.

  1. Pengecekan Sertipikat Sendiri.

Perhatikan Isi sertipikat, apakah dapat terbaca atau tidak, perhatikan setiap perpindahan hak yang ada disertipikat apakah setiap perpindahan hak, atau perlakukan lain ada cap dan tanda tangan pihak yang berwenang. dan juga coba perhatikan NIB sertipikat tersebut, apa itu NIB berikut penjelasannya :

  • Nomor  Identifikasi Bidang Tanah  (NIB)  Menurut Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 adalah  tanda  pengenal  khusus  yang  diberikan untuk bidang tanah yang bersifat unik atau tunggal untuk setiap bidang tanah di seluruh Indonesia
  • Nomor Identifikasi Bidang (NIB), dalam pendaftaran tanah yang berlaku di Indonesia terdapat 2 jenis informasi, yaitu informasi mengenai letak bidang tanah yang diuraikan dalam peta pendaftaran dan informasi mengenai hal-hal yang melekat pada bidang tanah tersebut seperti pemegang hak, penggunaan tanah, apakah ada sengketa di atas tanah tersebut dan lain sebagainya. Untuk mengidentifikasi satu bidang tanah dan membedakan dengan bidang tanah lainnya, diperlukan tanda pengenal bidang tanah yang bersifat unik, sehingga dengan mudah mencari dan membedakan bidang tanah yang dimaksud dengan bidang tanah lainnya. NIB setiap bidang tanah akan berbeda, hal ini dikarenakan seluruh tanah yang telah terdaftar di BPN akan dibuatkan peta digital yang mencakup seluruh wilayah pertanahan di Indonesia sehingga diharapkan tidak terdapat bidang tanah yang tumpang tindih. NIB juga merupakan penghubung antara Peta Pendaftaran dan daftar lainnya yang ada dalam proses pendaftaran tanah. Dalam sistem komputerisasi pendaftaran tanah NIB yang unik diperlukan sebagai penghubung yang efisien antara data yang diperlukan dan sebagai akses informasi atas suatu bidang tanah.
  • Tata Cara Pemberian NIB,Kegiatan pendaftaran tanah dilaksanakan oleh Kantor Pertanahan. Begitu juga dengan penyimpanan dokumen-dokumen yang ada kaitannya dengan proses pendaftaran tanah seperti peta pendaftaran tanah, buku tanah, surat ukur, daftar tanah, dan daftar isian, bukti perolehan tanah yang ditarik dari pemilik tanah atau disebut warkah disimpan di Kantor Pertanahan. Oleh karena seluruh informasi yang berkenaan dengan bidang tanah berada di Kantor Pertanahan akan diberikan NIB berdasarkan Wilayah Administrasi Pemerintahan supaya unik dan mudah dalam pencarian.
  • Penulisan NIB ini unik, NIB sendiri terdiri dari 13 digit angka, dan biasanya muncul pada DI 310, cara penulisannya adalah sebagai berikut :
    • 2 digit pertama : 1-99 adalah kode Propinsi
    • 2 digit kedua : 1-99 adalah kode Kabupaten/Kotamadya
    • 2 digit ketiga : 1-99 adalah kode Kecamatan
    • 2 digit keempat : 1-99 adalah kode Desa/Kelurahan
    • 5 digit terakhir : 1-99999 adalah Nomor Bidang Tanah

Contoh : bidang tanah nomor 102 terletak di Kelurahan Air Itam Bangka Belitung , NIB-nya sebagai berikut :

09.03.05.02.00103

09 = kode Propinsi Bangka Belitung
03 = kode Kotamadya Pangkalpinang
05 = kode Kecamatan Gerunggang
02 = kode Kelurahan Air Itam
00103 = Nomor Urut Bidang Tanah

Yang perlu diketahui oleh anda sebelum membeli adalah terkadang ada sertipikat yang belum memiliki NIB, kenapa saya bilang belum karena sertipikat tersebut adalah sertipikat lama, yang pada saat pendaftarannya BPN belum melakukan pencatatan secara digital. Oleh karena itu, jika sertipikat belum memiliki NIB, bukan berarti sertipikat tersebut palsu, sehingga untuk itu perlu anda lakukan pengecekan secara langsung ke Kantor BPN agar dapat di GIM dan dilakukan peletakan peta yang ada dalam sertipikat ke peta digital yang ada di database BPN.

  1. Pengecekan Sertipikat Tanah di Kantor BPN

Perlakukan dalam pengecekan sertipikat harus dilakukan pemilik tanah, jika pemilik tidak hadir maka dapat diwakilkan dengan surat kuasa atau melalui jasa PPAT, pengecekan ke kantor pertanahan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah tanah tersebut benar-benar bersih dari permasalahan hukum, karena bisa saja tanah tersebut digadaikan, terlibat sengketa keluarga dll. Jika tidak terdapat catatan dalam buku tanah atau sertipikat dinyatakan bersih, maka Kantor BPN akan membubuhkan tanda bahwa sertipikat sesuai dengan buku tanah, dengan adanya tulisan:

TELAH DIPERIKSA DAN SESUAI DENGAN DAFTAR DI KANTOR PERTANAHAN

Pembubuhan tanda ini dilengkapi dengan nomor daftar isian dan tanggal dilakukan pengecekan kemudian diparaf oleh petugas yang berwenang (Kasi atau Kepala Kantor). Persyaratan dalam melakukan pengecekan sertipikat ini adalah:

  • Asli sertipikat tanah
  • Surat kuasa dari pemilik tanah atau surat tugas pengecekan dari PPAT kepada pegawainya.
  • Permohonan melakukan pengecekan sertipikat kepada kepala kantor BPN, formulir permohonan ini sudah ada di Kantor Pertanahan (gratis).
  • Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik sertipikat.

Setelah membawa berkas berkas tersebut, pastikan anda menerima bukti kuitansi pembayaran yang tercetak oleh sistem Komputerisasi Kantor Pertanahan (KKP) untuk memastikan bahwa pengecekan anda sudah masuk di database BPN.

Demikianlah tips yang dapat saya berikan untuk mengetahui apakah sertipikat tanah palsu atau asli, mudah-mudahan tulisan ini sedikit menepis keraguan anda dalam memeriksa keaslian sertipikat tanah.

About these ads